Raja Ampat Miliki Peluang Ungguli Maladewa

Senin, 11 Januari 2016 - 04:54 WIB
Raja Ampat Miliki Peluang...
Raja Ampat Miliki Peluang Ungguli Maladewa
A A A
SERANG - Wacana pembentukan Badan Otorita Pariwisata yang digagas Menteri Pariwisata Arief Yahya terus bergulir. Tidak sedikit yang menyatakan mendukung rencana itu.

Salah satu dukungan diungkapkan oleh Pengamat Kelautan dan Ekonomi Pariwisata Prof Arif Satria. Dia menilai, badan tersebut bisa memecahkan kebekuan perkembangan pariwisata di daerah.

"Bila dasarnya tidak atas kepentingan kawasan destinasi, badan tersebut memang bisa tumpang tindih (overlapp) dengan keberadaan Kemenpar. Tetapi bila konsennya kepada kawasan destinasi, badan itu saya yakini akan membuat akselesari luar biasa terhadap perkembangan pariwisata kawasan,” kata Prof Arif, Minggu (11/1/2016).

Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut menambahkan, yang seringkali menjadi persoalan dalam pengembangan pariwisata adalah infrastruktur di destinasi wisata yang jarang diprihatinkan.

“Dengan badan ini, seharusnya semua hal itu bisa dibereskan secepat mungkin. Asalkan badan ini komit untuk tetap fokus destinasi dan memprioritaskan infrastruktur,” tegasnya.

Arif sendiri yakin, badan tersebut akan bisa menjadi katalisator pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah di Indonesia yang birokrasinya dinilai kurang memiliki kemampuan untuk mengembangkan destinasi wisata dengan cepat.

“Kalau boleh usul, dua kawasan mungkin harus diprioritaskan ditangani badan ini, yakni Raja Ampat dan Komodo. Kalau dikembangkan sungguh-sungguh dan sistematis, Raja Ampat punya peluang besar mengungguli Maladewa (Maldives),” ungkapnya.

Sebelumnya, pada saat 'Rakor Tindak Lanjut Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba' di Toba Samosir, Sumatera Utara, Menpar Arief Yahya menjelaskan betapa pentingnya Badan Otorita Pariwisata untuk pariwisata Indonesia.

Dia mencontohkan, kasus kawasan wisata Danau Toba yang dikelola tujuh kabupaten di sekeliling danau terbesar Indonesia itu. "Bayangkan, satu perusahaan punya tujuh CEO, itu enggak bisa jalan perusahannya," tegas Menpar Arief Yahya.

Badan Otorita Pariwisata sendiri adalah satu badan yang dibentuk Kemenpar yang berisikan para ahli, pemda, dan pemerintah pusat. Badan Otorita Pariwisata inilah yang nantinya memutuskan hal-hal strategis di kawasan pariwisata tersebut.

“Badan Otorita Pariwisata pun nanti kami serahkan dan harus melalui persetujuan Presiden Jokowi. Ke depan, ada 10 destinasi unggulan yang sedang disiapkan badan otoritanya," pungkas Menpar saat itu.
(san)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata di...
5 Destinasi Wisata di Bahrain, Ada Pohon Legendaris Usia 400 Tahun
Berkunjung ke Jepara,...
Berkunjung ke Jepara, Jangan Lewatkan 6 Destinasi Wisata Ini
6 Tempat Wisata Menarik...
6 Tempat Wisata Menarik yang Harus Dikunjungi di 2022
10 Tempat Wisata Paling...
10 Tempat Wisata Paling Aneh, Ada Taman Bertema Toilet di Korea Selatan
Anti-Bosan! Kemenpar...
Anti-Bosan! Kemenpar Hadirkan Atraksi Wisata Seru Lewat BBWI di Bangka Belitung
Mitigasi Kondisi Darurat,...
Mitigasi Kondisi Darurat, Kemenparekraf Susun Pedoman Pengembangan Destinasi Wisata Aman Bencana
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
4 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
5 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
7 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved