Wali Murid Keluhkan Pungutan di SMKN Majalengka

Jum'at, 08 Januari 2016 - 11:17 WIB
Wali Murid Keluhkan...
Wali Murid Keluhkan Pungutan di SMKN Majalengka
A A A
MAJALENGKA - Wali murid Sekolah Menengah Kejuruan Nasional (SMKN) 1 Majalengka mengaku keberatan dengan adanya pungutan sekolah yang mencapai jutaan rupiah.

"Seharusnya pihak sekolah bisa memaksimalkan anggaran BOS yang sudah ada, jangan memanfaatkan keadaan dan melakukan pungutan dengan alasan apapun," kata orang tua murid SMKN 1 Ade.

Menurut dia, pihaknya bersama orang tua murid lainnya, merasa keberatan dengan adanya pungutan tersebut, meski secara terbuka tidak berani mengungkapkan dengan berbagai pertimbangan.

"Saya yakin pemerintah menggulirkan progam BOS agar sekolah tidak memungut biaya. Kalau bicara uang BOS itu kurang, tentu saja karena banyak sekolah yang menggunakan BOS bukan peruntukaanya," sindirnya.

Namun demikian, dirinya berharap bila akan melakukan pengumpulan dana membantu penyelenggaraan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah, nilainya tidak perlu ditarget, karena banyak orang tua siswa yang tidak mampu.

"Semua orang tua murid di SMKN itu tidak semua punya. Ada keluarga miskinnya. Terlebih kebutuhan itu bukan hanya untuk pengutan, banyak kebutuhan lainnya yang tidak terduga," tuturnya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Majalengka, Nono Mardono membenarkan adanya pungutan sebesar Rp 1.450.000,- kepada 2.300 siswa SMKN 1 Majalengka.

"Pungutan tersebut sifanya sukarela dan sudah disosialisasikan kepada orangtua murid dan sesuai aturan hukum, sekolah boleh memungut biaya. Tapi pada praktiknya ada siswa yang bayar Rp 30 ribu, Rp 200 ribu dan lainnya bervariasi," kata dia.

Dia menjelaskan, pungutan itu untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang tidak bisa dipenuhi dari BOS. Karena dana BOS hanya untuk kebutuhan operasional sekolah, bukan untuk membeli peralatan praktik siswa.

"Sedangkan siswa butuh alat praktik yang sesuai standar perusahaan bahkan ASEAN. Mobil saja kita cuma punya dua Toyota Kijang butut, kalau perlu kita akan membeli semua merk mobil yang ada di Indonesia, Daihatsu satu, Toyota satu dan lainnya kalau dananya mencukupi," ungkapnya.

Selain itu, dana pungutan itu untuk membeli alat praktik mesin bubut, komputer, serta sejumlah peralatan lain dalam menunjang kemampuan siswa, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

"Saat ini komputer kita masih kurang 110 unit idealnya 260 unit. Kalau lewat jalur APBD harus mengajukan dulu dan mungkin baru anggaran tahun berikutnya atau menunggu ada Perubahan anggaran, sementara kebutuhanmendesak," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Viral SMA Negeri di...
Viral SMA Negeri di Denpasar Bali Pungut Uang Pengadaan AC Rp1,5 Juta
Diduga Marak Pungli...
Diduga Marak Pungli di Sekolah, FAGI Minta Gubernur Bentuk Tim Investigasi
Wali Murid Geruduk SMAN...
Wali Murid Geruduk SMAN 1 Puri Mojokerto, Tolak Pungutan Rp2,9 Juta
Viral Dugaan Pungli...
Viral Dugaan Pungli di SMPN 1 Ponorogo untuk Beli Mobil, Partai Perindo: Memberatkan Masyarakat!
Apakah Uang Komite Sekolah...
Apakah Uang Komite Sekolah Termasuk Pungli ? Ini Penjelasan Lengkapnya
Viral Dugaan Pungli...
Viral Dugaan Pungli di SMAN 3 Kota Bekasi, Ini Respons Kadisdik Jabar
Berita Terkini
Bentrokan Berdarah di...
Bentrokan Berdarah di Adonara NTT, Menteri HAM Kerahkan Tim Dorong Penyelesaian lewat Budaya
48 menit yang lalu
Resmi! Aset Tirta Bhagasasi...
Resmi! Aset Tirta Bhagasasi Mulai Dialihkan, Layanan Air Bersih Bekasi Bakal Berubah
1 jam yang lalu
Pelaku Penganiayaan...
Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bekasi Ditangkap
1 jam yang lalu
3 Orang Tewas dan 20...
3 Orang Tewas dan 20 Rumah Ludes Terbakar Akibat Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT
2 jam yang lalu
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
2 jam yang lalu
39 Titik Kekeringan...
39 Titik Kekeringan di Kabupaten Bekasi, Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved