Sabda Perdana Paku Alam X

Kamis, 07 Januari 2016 - 12:40 WIB
Sabda Perdana Paku Alam...
Sabda Perdana Paku Alam X
A A A
YOGYAKARTA - Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo resmi menjadi Adipati Paku Alam X dalam prosesi Jumeneng Dalem Paku Alam X di Bangsal Sewatama Kadipaten Puro Pakualaman, Kamis (7/1). Dia menyandang gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X.

Dalam sabda pertamanya, KGPAA PA X mengatakan, takhta yang disandangnya adalah amanah sebagai pengemban kebudayaan leluhur Mataram. Dengan tetap mengemban amanat itu, kebudayaan Mataram akan tetap ada dan lestari.

Dia mengakui, amanat yang dipikulnya berat. "Pengemban kebudayaan tidaklah mudah di era perkembangan zaman sekarang ini," katanya dalam sabda pertamanya saat Jumeneng Dalem PA X.

Tugas tersebut berat karena saat ini perubahan bisa sangat cepat terjadi. Di sisi lain, kebudayaan tidak hanya proses berkesenian saja melainkan elemen kompleks dalam sebuah tata peradaban masyarakat.

"Saya akan mengalami kesulitan berada dalam tarik menarik antara tradisi dan inovasi dalam berkebudayaan," ujar pria bernama lahir BRM Wijoseno Hario Bimo.

Paku Alam X mengungkapkan, proses-proses ke depan merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam mengemban tugas. "Proses kreasi dan inovasi akan terus ada terutama dalam masa perubahan," imbuhnya.

Paku Alam X berharap peran serta aktif dari masyarakat untuk membantu tugas sebagai pengemban kebudayaan. Dia juga berjanji untuk bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi harapan besar yang disematkan padanya.

"Saya harapkan peran serta warga Yogyakarta dan keluarga besar Pakualaman dalam membantu tugas sebagai pengemban kebudayaan," ungkapnya.
(sms)
Berita Terkait
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Kesultanan Yogyakarta
Tanah Sultan Ground...
Tanah Sultan Ground Tidak Dilepas untuk Jalan Tol, Keraton Yogyakarta Terbitkan Palilah
Penutupan Sementara...
Penutupan Sementara Wisata Milik Keraton Yogyakarta
Alun-Alun Utara Keraton...
Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta Bakal Dipagari, Ini Alasannya
Sri Sultan Hamengkubuwono...
Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Kontroversi Sultan Yogya...
Kontroversi Sultan Yogya IV, dari Skandal Seks hingga Penunjukan Etnis Tionghoa Jadi Pejabat
Berita Terkini
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
58 menit yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
2 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
3 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
3 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
5 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
13 jam yang lalu
Infografis
Oarfish, Ikan Kiamat...
Oarfish, Ikan Kiamat yang Dikaitkan dengan Bencana Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved