Warga Lumajang Keberatan Pelaku Pembantaian Salim Kancil Disidang di Surabaya

Selasa, 05 Januari 2016 - 11:06 WIB
Warga Lumajang Keberatan...
Warga Lumajang Keberatan Pelaku Pembantaian Salim Kancil Disidang di Surabaya
A A A
LUMAJANG - Warga Lumajang dan keluarga Salim Kancil merasa keberatan jika sidang pembunuhan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Alasannya adalah faktor jarak antara Lumajang dengan Surabaya yang cukup jauh. Tentunya akan memberatkan sejumlah saksi yang terkait kasus tersebut.

Kuasa Hukum Keluarga Salin Kancil, Abdullah Al Kudus mengatakan, selama ini pihak keluarga hanya mendapatkan informasi-informasi yang serabutan. Bukan informasi resmi dari pihak kejaksaan atau pihak kepolisian.

Sebelumnya dari 15 berkas pelaku pembantaian aktivis Salim Kancil di Desa Selok Awar awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang sudah 4 Berkas yang segera dilimpahkan ke persidangan oleh Kejaksaan Negeri atau P21.

"Saya dengar sih begitu (Disidang di Surabaya) tapi kami belum menerima pemberitahuan secara resmi dari pihak Kejaksaan. Jika memang informasi itu benar, maka kami dan warga Lumajang tentu keberatan," kata pria yang akrab disapa Gus Aak, Selasa (4/1/2016).

Kata Gus Aak, jika sidang itu digelar di Surabaya akan merepotkan pihak keluarga dan sejumlah saksi. Mereka harus bolak-balik ke Surabaya setiap ada sidang.

Belum lagi, memikirkan akomoasi untuk hadir dalam sidang tersebut. Selain itu, masyarakat Lumajang juga ingin menyaksikan langsung bagaimana proses hukum terkait pembantaian Salim Kancil dan Tosan, tahun lalu. "Tentunya sangat tidak masuk akal dan kami sangat keberatan," ujarnya.

Gus Aak juga mengaku, selama mendampingi pihak keluarga Salim Kancil belum pernah mendapatkan informasi yang resmi dari pihak kejaksaan.

Informasi yang diterimanya berdasarkan pemberitaan dari sejumlah media. Bahkan, kata Gus Aak, pihaknya belum pernah menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikkan) dari Kejaksaan, termasuk dengan perkembangannya.

Katanya, minggu lalu, Keluarga Salim Kancil, Tosan dan sejumlah warga Lumajang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Lumajang.

Mereka meminta untuk diberikan informasi terkait perkembangan Kasus Salim Kancil. Namun, malah terkesan dipimpong oleh pihak kejaksaan.

"Saya, keluarga Pak Salim dan Pak Tosan serta masyarakat Lumajang mendatangi kantor Kejari Lumajang untuk menanyakan informasi resmi tapi malah dipimpong. Pertama bertemu dengan Kajati Lumajang kemudian diarahkan ke Kasi Pidum. Karena nggak ada orang diarahakn ke Kasi Intel. Dari Kasi Intel diarahkan untuk bertemu dengan Kajari saja. Tapi setelah itu tidak ditemui lagi. Kami merasa dipimpong," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Ermanto Usman
Siapa Sharif Osman Hadi?...
Siapa Sharif Osman Hadi? Pemimpin Demonstrasi Bangladesh yang Meninggal di Singapura
14 Aktivis Asing yang...
14 Aktivis Asing yang Dibunuh Israel selama 20 Tahun Terakhir
LPSK Siap Lindungi Keluarga...
LPSK Siap Lindungi Keluarga Korban Pembunuhan Aktivis Buruh di Jatibening Bekasi
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Polisi Ungkap Motif...
Polisi Ungkap Motif Kasus Pembunuhan Aktivis Buruh Ermanto Usman
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
3 jam yang lalu
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
4 jam yang lalu
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
4 jam yang lalu
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
4 jam yang lalu
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
5 jam yang lalu
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved