alexametrics

Pembalakan Liar Picu Banjir Bandang Wonosoco Kudus

loading...
Pembalakan Liar Picu Banjir Bandang Wonosoco Kudus
Pembalakan Liar Picu Banjir Bandang Wonosoco Kudus
A+ A-
KUDUS - Banjir bandang yang kerap menerjang wilayah Desa Wonosoco Kecamatan Undaan, Kudus, Jawa Tengah dipicu pembalakan liar hutan Pegunungan Kendeng.

Praktis, karena hutan rusak maka fungsi kawasan tersebut yang mestinya menjadi daerah tangkapan air juga tak maksimal.

Selama 2015, sudah tiga kali terjadi banjir bandang di Desa Wonosoco. Peristiwa terakhir terjadi Senin 14 Desember 2015 petang yang mengakibatkan rumah Wartini (45) hilang terseret banjir, rumah Bambang (54) rusak berat, lalu rumah Mulyono dan Sudiro rusak ringan.

Selain itu, sejumlah fasilitas umum dan lahan padi siap panen milik warga juga rusak. Kerugian materiil akibat bencana ini ditaksir lebih dari Rp300 juta.

Camat Undaan Catur Widiyatno mengatakan banjir bandang yang kerap menerjang Desa Wonosoco merupakan imbas maraknya pembalakan liar hutan Pegunungan Kendeng yang terjadi beberapa tahun lalu.

Kondisi itu diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan perbatasan Kudus - Pati itu dalam beberapa hari terakhir.

"Kawasan tangkapan air di sana ikut rusak seiring pembalakan liar itu. Akibatnya saat hujan air langsung turun beserta material dari pegunungan," kata Catur, Selasa (15/12/2015).

Untuk menekan potensi terjadinya bencana serupa, pihaknya bersama Perhutani sudah menggalakkan reboisasi. Selain itu, warga sekitar juga dilarang menanam tanaman semusim di hutan Wonosoco.

Langkah lainnya, pihaknya juga berupaya mengembalikan fungsi sungai di kawasan tersebut. Warga terus diimbau agar tak mendirikan bangunan apapun di bantaran sungai yang dapat membuat alur sungai menjadi sempit.

"Reboisasi tanaman keras akan terus kami lakukan di kawasan atas. Daerah tangkapan air harus dijaga agar bisa menyangga kawasan tersebut," pungkasnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak