Berkunjung ke Candi Morangan di Lereng Merapi

Minggu, 13 Desember 2015 - 07:00 WIB
Berkunjung ke Candi...
Berkunjung ke Candi Morangan di Lereng Merapi
A A A
SLEMAN - Hanya berjarak sekitar 50 meter dengan tepi Sungai Gendol, Candi Morangan menjadi tempat menarik untuk persinggahan para wisatawan yang ke lereng Gunung Merapi. Tak hanya wisatawan lokal, para turis asing pun kadang berminat ke situs cagar budaya ini.

Candi Morangan berada di Dusun Morangan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs ini memang candi yang paling dekat dengan Merapi. sekitar 17 kilometer dari puncak. Hal ini menjadikan kondisi lingkungan di sekitarnya masih terjaga.

"Kalau dengan Kali Gendol, hanya sekitar 50 meter saja," kata salah satu petugas di sana, Supardi.

Karena itulah, tempat tersebut menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk dikunjungi. Meski, kondisi situs tersebut sampai saat ini masih belum secara utuh dipugar. Hanya terlihat satu candi perwaranya saja, itu pun belum sempurna.

Untuk candi induknya, masih terpendam sekitar 6,5 meter dari permukaan tanah. Baru terlihat yoni, yang mengungkapkan kalau situs ini merupakan candi Hindu.

"Candi induknya belum dipugar. Kalau digali akan memakan banyak lahan. Dari jalan umum sampai permukiman milik warga," katanya.

Sama seperti candi-candi lainnya di Sleman, Candi Morangan juga sempat beberapa kali terkena dampak erupsi Merapi. Di 2010 silam pun candi ini diselimuti abu vulkanik.

Awal ditemukan situs ini sekitar 1982. Menurut Kasubag Tata Usaha Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPSB) Yogyakarta Aris Setyastuti, pihaknya masih dalam proses pengumpulan data.

"Sudah lama memang melakukan percobaan di sana. Saat ini belum ada rencana dipugar, masih mengumpulkan data," katanya.

Salah satu yang menjadi kendala adalah karena pembebasan lahan yang bisa memakan biaya besar. Lahan yang sudah dibebaskan saat ini pun masih sempit dan untuk menimpan bebatuan dari candi tersebut.

"Candi induknya belum disusun. Kalau dibuka semua akan sampai dalam. Lahannya kan juga memakan jalan umum juga," tuturnya.

Dalam melakukan pemugaran candi, pihaknya memprioritaskan situs yang dirasa lebih siap dan mendesak, di antaranya Candi Kedulan ataupun Candi Kalasan yang bebatuannya mengalami pelapukan.
(zik)
Berita Terkait
Pemugaran Candi Perwara...
Pemugaran Candi Perwara Prambanan
Candi Borobudur, Prambanan,...
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Dibuka Kembali Juni 2020
Libatkan 20 Desa, TWC...
Libatkan 20 Desa, TWC Siapkan Sandal Khusus Naik Candi Borobudur
Penutupan Candi Borobudur,...
Penutupan Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Diperpanjang
Candi Borobudur, Prambanan,...
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tetap Buka
Tiket Naik Rp750 Ribu,...
Tiket Naik Rp750 Ribu, Ini Cara Melihat Stupa Candi Borobudur Secara Virtual
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
39 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved