Pengamat: Razia Angkutan Umum, Berbenah Ketika Ada Kejadian Besar

Selasa, 08 Desember 2015 - 00:24 WIB
Pengamat: Razia Angkutan...
Pengamat: Razia Angkutan Umum, Berbenah Ketika Ada Kejadian Besar
A A A
JAKARTA - Pasca-kecelakaan Metro Mini dengan KRL yang menewaskan 18 penumpang, aparat terkait mulai dari Dishub dan kepolisian menggelar razia angkutan umum. Razia ini dinilai membuat perilaku sopir angkutan umum dan aparat terkait tak jauh beda.

"Perubahan perilaku sopir dan aparat terutama Dishub DKI sama saja. Baru berusaha berbenah ketika ada kejadian besar," ungkap pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi Izzul Waro, Senin 7 Desember 2015, kemarin.

Izul menuturkan, satu atau dua bulan lagi kondisi transportasi kembali seperti semula di mana sopir enggan menggunakan seragam, karena sopir yang asli asyik nongkrong bersama teman temannya. Sementara yang mengendarai angkutan umum adalah sopir tembak.

Izzul mengatakan, upaya pemerintah untuk memperbaiki transportasi Ibu Kota dianggap tidak serius, karena bus Transjakarta saja yang diharapkan menjadi moda transportasi andalan tidak bisa membuktikannya. Pelayanan dari Transjakarta terus menurun, apalagi Kopaja dan Metro Mini yang hingga kini sistem pembayarannya masih menggunakan sistem setoran.

Jika memang pemerintah serius melakukan revitalisasi angkutan umum, seharusnya ada evaluasi dan ada target. Sebab hingga kini pemerintah terus menggembar gemborkan mengenai perbaikan transportasi umum namun nyatanya masih nihil.

"Harus ada kesepakatan antara Pemprov DKI dengan kepolisian untuk menciptakan kondisi angkutan umum yang manusiawi. Jangan hanya ketika ada kecelakaan semua baru terlihat bekerja dan berambisi untuk melakukan perbaikan," ujarnya.

Sementara itu Suryaman, sopir kopaja P 20 Senen-Lebak Bulus mengaku, mendapat informasi bahwa akan ada razia besar-besaran, Untuk itu dirinya mengenakan kemeja warna hijau dan hitam, meskipun tidak dikancing.

"Sebenarnya saya tidak nyaman menggunakan seragam, tapi daripada kena razia," ujarnya.

Sementara itu Kasudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat Henry Perez Sitorus mengatakan, pihaknya menindak 129 kendaraan di empat lokasi berbeda di Lapangan Banteng, Senen, Tanah Abang dan Dukuh Atas.

"Sebanyak 114 kendaraan ditilang, 11 kendaraan diderek dan empat kendaraan distop izin operasinya," kata Henry. Henry menjelaskan untuk kendaraan yang distop izin operasinya dilakukan karena tidak memiliki buku uji KIR, tidak memiliki SIM dan tidak bisa menunjukkan STNK.
(whb)
Berita Terkait
Terobos Palang Pintu,...
Terobos Palang Pintu, Angkot Tertabrak Kereta Api di Medan
Terobos Palang Pintu,...
Terobos Palang Pintu, Truk Molen Semen Tertabrak Kereta Taksaka di Bantul
Kecelakaan di Jalur...
Kecelakaan di Jalur Kereta Bekasi, 1 Wanita Tewas Tertabrak
Begini Kondisi Taksi...
Begini Kondisi Taksi Hijau yang Tertabrak Kereta di Bekasi Timur
Ditemukan Tewas di Jalur...
Ditemukan Tewas di Jalur Kereta, Pria di Bandarlampung Diduga Tertabrak Kereta Api
Pemotor Tewas Tertabrak...
Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api di Kemayoran
Berita Terkini
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
42 menit yang lalu
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
3 jam yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
4 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
5 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
13 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved