Hujan Abu Vulkanik Bromo Guyur Probolinggo dan Malang

Senin, 07 Desember 2015 - 18:38 WIB
Hujan Abu Vulkanik Bromo...
Hujan Abu Vulkanik Bromo Guyur Probolinggo dan Malang
A A A
MALANG - Abu vulkanik Gunung Bromo, mulai menyelimuti beberapa desa di Kabupaten Malang. Meski statusnya masih siaga, tetapi peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir, dampaknya sudah dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berpemandangan alam eksotis tersebut.

Desa-desa di sekitaran Gunung Bromo, yang mulai mengalami hujan abu vulkanik, di antaranya Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Sementara, di wilayah Kabupaten Malang, abu vulkanik mulai mengguyur wilayah Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

Kepala Sub Seksi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo menyebutkan, hujan abu vulkanik mulai dirasakan masyarakat Desa Ngadas, pada hari Minggu malam 6 Desember.

"Hujan abu vulkanik, masih tipis, dan belum mengganggu aktivitas masyarakat. Abu vulkanik, sudah masuk ke permukiman penduduk, dan lahan pertanian," ujarnya.

Dia mengaku, telah membagikan masker ke penduduk desa. Sehingga apa bila setiap saat terjadi hujan abu pekat, masker bisa langsung digunakan untuk melindungi diri. Tercatat ada sebanyak 5.000 masker dibagikan di Desa Ngadas.

Selain itu, pembagian masker juga dilakukan di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Ada sebanyak 2.000 masker yang telah dibagikan di desa tersebut.

PMI Kabupaten Malang, menyiapkan 50.000 masker, untuk siaga menghadapi bencana letusan Gunung Bromo ini. Mereka juga menyiagakan 65 personel, dan dapur umum yang mampu melayani 3.000 pengungsi.

Tercatat ada empat desa di wilayah Kabupaten Malang, yang rawan terdampak bahaya bencana letusan Gunung Bromo.

Yakni Desa Duwet, Kecamatan Tumpang; Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo; Desa Kemiri, dan Desa Taji di Kecamatan Jabung.

Hujan abu vulkanik tipis, juga mulai dirasakan masyarakat Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Hujan abu di wikayah kami, masih terjadi tipis, dan melanda kawasan ladang milik masyarakat, belum masuk permukiman penduduk," ujar Camat Sukapura, Bambang Julius Wijanarko.

Hujan abu vulkanik ini, menurut laporan warga yang diterimanya, mulai terjadi pada hari Minggu malam 6 Desember.

Untuk sementara, hujan abu vulkanik ini belum mengganggu tanaman pertanian, yang didominasi tanaman kentang dan wortel.

Tetapi, apabila hujan abu ini terjadi terus-menerus, dukawatirkan akan merusak tanaman pertanian tersebut.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Ahmad Subhan menyebutkan, saat ini tinggi kepulan asap kelabu kecokelatan yang keluar dari kawah, mengalami peningkatan.

Apabila sebelumnya hanya mencapai antara 100-200 meter dari bibir kawah, sekarang sudah mencapai antara 200-400 meter dari bibir kawah.

Suara gemuruh dari dalam kawah, masih terus terdengar hingga ke pos pengamatan. "Untuk pantauan gempa tremor.

Mencapai antara 3-16 milimeter (mm), tetapi dominan pada angka 6 mm. Masyarakat diminta tidak mendekat ke kawasan kaldera, karena bahaya hujan abu material vulkanik, dan lontaran batu pijar yang dapat terjadi setiap saat," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Embun Es Bromo Memikat...
Embun Es Bromo Memikat Wisatawan, Pengelola Beri Himbauan Penting
Miris, Perlu 5 Tahun...
Miris, Perlu 5 Tahun Ekosistem Bromo Benar-benar Pulih Usai Kebakaran Karena Flare
Salju di Bromo: Keajaiban...
Salju di Bromo: Keajaiban atau Tipuan Kristal Es? Sains di Balik Fenomena Beku yang Viral
4 Fakta Gunung Bromo...
4 Fakta Gunung Bromo yang Viral Karena Kebakaran Flare
Bromo Bersalju: Selimut...
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?
Kawah Gunung Bromo Keluarkan...
Kawah Gunung Bromo Keluarkan Asap Setinggi 700 Meter, Wisatawan Diimbau Waspada
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
12 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved