PHL Monas Waswas Ada Praktik Jual Beli Pekerjaan

Sabtu, 05 Desember 2015 - 22:26 WIB
PHL Monas Waswas Ada...
PHL Monas Waswas Ada Praktik Jual Beli Pekerjaan
A A A
JAKARTA - Para pekerja harian lepas (PHL) di Kawasan Monumen Nasional (Monas) merasa khawatir akan dipecat dari pekerjaaannya akhir tahun ini. Pasalnya, belakangan ini kerap ada praktik jual beli lowongan pekerjaan di tempat tersebut.

Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jelang akhir tahun 2015, ratusan PHL khawatir diberhentikan dari pekerjaannya. Pasalnya, ada dugaan praktik jual beli lowongan pekerjaan disaat proses perekrutan. tidak hanya dilakukan saat perekrutan PHL berlangsung, praktek tersebut justru diketahui telah dilakukan oleh kordinator PHL yang disebut mandor sejak lama.

Sejak beralih kewenangan pengelolaan menjadi Unit Pengelola (UP) Monas, para mandor melakukan pemutusan hubungan kerja sepihak kepada sejumlah PHL tanpa ada alasan tepat. Padahal, para PHL tersebut belum habis masa kontrak.

"Banyak yang baru beberapa bulan kerja dipecat. Kita khawatir sewaktu-waktu kena pecat. Beda kalau PHL luar (Monas), mereka aman. Karena terus dipantau Pemprov DKI Jakarta," ungkapnya.

Menurutnya, langkah pemecatan tersebut pun berlanjut kepada perekrutan PHL baru. Kepada calon pekerja, mandor pun menawarkan lowongan pekerjaan dan menjamin meloloskan seleksi perekrutan apabila memberikan uang pelicin dengan jumlah tertentu.

"Biasanya pada ditawarin antara Rp1-2 juta. Nah karena itu banyak juga yang mau bayar, soalnya mikir yang penting bisa kerja. Istilahnya balik modal, kita kan digaji sehari Rp100.000, hitungannya di bulan pertama gaji dibayar setengah aja," ungkapnya.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Rini Hariani menuturkan, tidak mengetahui adanya praktik tersebut. Walaupun diakuinya pelaksanaan perekrutan PHL Monas merupakan tanggung jawab pihaknya sejak peralihan pengelola kawasan Monas dari Pemprov DKI Jakarta pada akhir tahun 2014 lalu.

"Saya belum pernah terima adanya informasi itu, memang perekrutan pegawai sampai pengelolaan Monas saat ini sudah dijalankan oleh kita," ungkapnya. Rini menuturkan, saat ini pihaknya tengan melakukan proses pendataan sekaligus perekrutan ulang kepada para PHL yang masa kontraknya berakhir pada 31 Desember nanti.

"Perekrutan ulang ini untuk masa kontrak pada 2016 mendatang," kata Rini. Menurut Rini, saat di Monas terdapat 525 orang PHL, mereka terbagi dalam empat satuan tugas.

Rini membantah bila ada praktik jual beli lowongan pekerjaan."Tidak jual beli dalam perekrutan PHL lewat sistem pembayaran gaji setiap bulan," ujarnya.
(whb)
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
5 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
6 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
6 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
7 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
7 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
10 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved