Nasib Guru Seni Tatah Sungging di Wonogiri (2/Habis)

Rabu, 25 November 2015 - 16:22 WIB
Nasib Guru Seni Tatah...
Nasib Guru Seni Tatah Sungging di Wonogiri (2/Habis)
A A A
WONOGIRI - Meski honor guru teramat pahit, sebagai seniman, Siti Nur Khotimah (30) yang mengajar di SMPN 2 Kecamatan Manyaran, Wonogiri, berharap kurikulum tatah sungging nantinya bisa melejit dan dijadikan kurikulum daerah bahkan nasional.

Hal ini sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya. Diharapkan, kesejahteraan guru seni tatah sungging pun akan lebih diperhatikan.

Sekadar diketahui, SMP Negeri 2 Manyaran merupakan satu-satunya sekolah yang memiliki kurikulum unik dan jarang ada duanya dalam lembaga pendidikan di Tanah Air, yakni mata pelajaran tatah sungging atau seni memahat wayang.

Nasib Guru Seni Tatah Sungging di Wonogiri (2/Habis)


Dari mata pelajaran seni bermuatan lokal tersebut, menghasilkan generasi seniman pembuat wayang dan berbagai souvenir dari kulit binatang yang indah menawan. Kelangkaan kurikulum yang satu ini bisa jadi dikarenakan tenaga pengajarnya juga semakin langka.

Memang, profesi guru seni tatah sungging seperti Siti, terhitung masih langka. Karena kelangkaan guru seni tatah sungging, ayahanda Siti yang telah pensiun dari guru sejak lima tahun lalu, masih difungsikan untuk mengajar di SMP Negeri 2 Manyaran.

Nasib Guru Seni Tatah Sungging di Wonogiri (2/Habis)


Sayangnya, sejak masih aktif mengajar hingga pensiun dan difungsikan lagi sebagai guru, honornya tetap sama, yakni Rp200 ribu sebulan.

Keluarga seniman wayang tersebut tidak protes, hanya berharap seni tatah sungging tidak punah ditelan zaman.

"Honornya sangat-sangat minim, Mas. Hanya dua ratus ribu sebulan. Tetapi tidak apa-apa, yang penting seni tatah sungging ini jangan sampai punah. Itu saja," ungkap Dwi Sunaryo, ayah Siti.

Ironis memang. Di negeri ini, intelektualitas seni selalu dibatasi dengan formalitas administrasi. Meski upaya melestarikan budaya senantiasa digembar-gemborkan, kenyataannya pemerintah masih berpikir instan soal angggaran. Akibatnya, banyak kreativitas seni langka yang justru dibiarkan mati suri.
(zik)
Berita Terkait
Upacara Peringatan Hari...
Upacara Peringatan Hari Guru di Jambi Tetap Dilakukan saat Banjir
Besok Peringatan Hari...
Besok Peringatan Hari Guru Sedunia, Apa Bedanya dengan Hari Guru Nasional (HGN)?
Peringatan Hari Guru,...
Peringatan Hari Guru, Wapres Pastikan Tingkatkan Kesejahteraan
Peringatan Hari Guru...
Peringatan Hari Guru di Tengah Duka Gempa Cianjur
Pedoman Peringatan Hari...
Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional 2023, Tema dan Logonya
4 Guru Maros Raih Gelar...
4 Guru Maros Raih Gelar Juara di Lomba Peringatan Hari Guru Nasional 2020
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved