Dewan Sesalkan Ruang Kelas Baru SMPN 4 Pegaden Tak Terpakai

Rabu, 25 November 2015 - 15:35 WIB
Dewan Sesalkan Ruang...
Dewan Sesalkan Ruang Kelas Baru SMPN 4 Pegaden Tak Terpakai
A A A
SUBANG - DPRD Kabupaten Subang menyesalkan tak terpakainya ruang kelas baru (RKB) senilai Rp130 juta di SMPN 4 Pagaden, yang disebabkan buruknya kualitas pekerjaan konstruksi.

Legislator menilai, kondisi tersebut tidak terlepas lemahnya kinerja pengawasan dari dinas pendidikan (Disdik) setempat, dalam merealisasikan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan RKB.

"Sangat disesalkan, tidak seharusnya hasil pembangunan ruang kelas baru ini berakhir mubazir, jika pengawasan dari dinas terkait maksimal. Ini kan anggaran negara, jangan sampai penggunaannya menyimpang atau tidak bermanfaat," ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Subang, Nurul Munim, Rabu (25/11/2015).

Dikatakan, bersamaan dengan lemahnya pengawasan dinas, proses pemilihan kontraktor (pemborong) yang akan mengerjakan pembangunan dinilainya kurang selektif. Sehingga berdampak pada buruknya kualitas hasil pekerjaan.

"Hemat kami, kalau hasil pekerjaan ini kurang maksimal, kompetensi pelaksana menjadi diragukan. Tentu persoalannya, proses seleksi pelaksana ini sudah sesuai ketentuan atau tidak," ujar politisi Partai Demokrat ini.

Munim menegaskan, untuk mengklarifikasi persoalan tidak terpakainya RKB bernilai ratusan juta rupiah ini, Komisi IV DPRD akan segera memanggil dinas pendidikan dan pihak-pihak terkait lainnya.

"Kami akan segera membahas soal ini bersama rekan-rekan komisi, untuk diagendakan pemanggilan kepada dinas dan pihak berkepentingan lainnya,"tegas Munim.

Terpisah, aktivis anti korupsi, Wawan Setiawan, mengaku curiga, realisasi pembangunan RKB 2014 di sekolah-sekolah dengan kualitas hasil yang buruk, tak hanya terjadi di SMPN 4 Pagaden. Tetapi diyakini juga terjadi di banyak sekolah lainnya di Subang.

Karena itu, pihaknya mendesak dinas setempat menindak oknum-oknum kontraktor 'nakal' dengan memberinya sanksi tegas.

"Ya harus ada sanksi tegas, supaya kasus seperti ini tidak terulang. Proses pemilihannya harus selektif, dan jika kedapatan hasil pekerjaannya buruk, kontraktornya harus di-blacklist," pungkas Wawan.
(nag)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
26 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
51 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
5 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved