Ahok-DPRD Beda Paham Soal e-Budgeting

Senin, 23 November 2015 - 15:20 WIB
Ahok-DPRD Beda Paham...
Ahok-DPRD Beda Paham Soal e-Budgeting
A A A
JAKARTA - Pemprov dan DPRD DKI Jakarta beda pendapat soal e-budgeting anggaran RAPBD 2016. Hingga kini TPAD dan Banggar DPRD DKI masih terus membahas kebijakan umum anggaran plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS).

Pembahasan ini diperkirakan berlangsung alot karena bedanya pemahaman terkait e-budgeting. Target DPRD agar 30 November 2015 mendatang ketuk palu APBD DKI pun bisa tak sesuai rencana.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki pemahaman e-budgeting yang dimaksudnya yaitu saat pembahasan KUA-PPAS antara TAPD dan Banggar, jika pada pembahasan ada perubahan harus dimasukkan kepada e-budgeting. "Jadi kalau mau bahas sesuatu itu enggak boleh manual. Kalau manual bisa jadi si-A atau si-B ganti halamannya. Orang setebal itu dari bawahnya, kamu bisa periksa berapa ribu halaman? Diganti selembar-selembar kita enggak tahu. Makanya begitu saya sadar mereka manual, saya tahan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).

Menurut Ahok, dengan adanya e-budgeting seharusnya ketika di pembahasan ada perubahan maka bisa terlihat dengan jelas pada sistem komputer. "Nah di dalam sistem komputer sudah terkunci dan cetak jam, menit kesekian sudah tidak bisa diganti orang lagi. Bisa ketauan siapa yang curang. Kalau itu bahan dicetak dari excel, bukan dari e-budgeting. Kalau terjadi perbedaan, nanti ngaku-ngaku lagi, ini asli, ini yang enggak asli," paparnya.

Sementara itu, pimpinan Banggar DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik memiliki pemahaman lain. Taufik menyebut proses e-budgeting baru akan dimasukkan setelah penandatangan memorandum of understanding (MoU) KUA-PPAS.

Bukan saat pembahasan anggaran dimasukkan ke e-budgeting. "Setelah MoU selesai baru dimasukin, yang masukin ke e-budgeting juga kan eksekutif," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih beberapa waktu yang lalu.
(whb)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
F-PDIP Sarankan DKI...
F-PDIP Sarankan DKI Ikuti Jejak Ahok Relokasi Warga Kampung Akuarium ke Rusun Rawa Bebek
PDIP Tegaskan Jokowi...
PDIP Tegaskan Jokowi dan Ahok Miliki Andil Pembangunan Stadion JIS
KPK Rekomendasikan 6...
KPK Rekomendasikan 6 Hal Strategis Terkait Monev Tata Kelola Pemerintahan DKI Jakarta
Perda P2APBD DKI Jakarta...
Perda P2APBD DKI Jakarta 2019 Disahkan, Anies Berpantun
Ratusan ASN Tolak Ikut...
Ratusan ASN Tolak Ikut Lelang Jabatan Eselon II, DPRD DKI Jakarta Bentuk Pansus
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
13 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved