Sesama Warga Nyaris Ricuh saat Penggusuran Bangunan Liar

Rabu, 04 November 2015 - 16:25 WIB
Sesama Warga Nyaris...
Sesama Warga Nyaris Ricuh saat Penggusuran Bangunan Liar
A A A
MANADO - Tindakan tegas kembali harus dilakukan aparat gabungan dalam menertibkan bangunan liar di lahan eks Kampung Bobo.

Pantauan koran ini, keributan sempat terjadi sama seperti eksekusi yang dilakukan pada tiga bulan sebelumnya.

Menariknya, kali ini ketegangan bukan terjadi antara anggota gabungan dengan warga penggusuran Kampung bobo.

Namun kericuhan justru terjadi antar sesama warga, yakni warga korban gusuran dan warga asli kompleks tersebut yakni Kelurahan Maasing, yang melibatkan kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Anggota kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya pembongkaran bahkan harus ikut melerai adu mulut yang berujung pada kontak fisik antar sesama warga tersebut.

Para warga sekitar (Maasing), selama ini memang merasa keberatan. Pasalnya, para korban gusuran kampung bobo sejak tiga bulan terakhir menggunakan fasilitas tempat ibadah, yakni sebuah Masjid untuk bernaung.

Bahkan di sekeliling Masjid didirikan sebuah tenda-tenda darurat untuk tempat tinggal. Sehingga kondisi ini semakin lama membuat warga yang tinggal di Kelurahan Maasing menjadi resah.

"Selamanya tinggal di Masjid, ada banyak orang, apalagi anak-anak. Kami merasa resah dan terganggu," ujar salah seorang warga.

Beberapa warga menilai, agar baiknya para korban gusuran ini tinggal di rumah kerabat atau di rumah miliknya dan tidak lagi menempati Masjid. "Kalau masih nekat, gusur saja," katanya lagi.

Warga korban gusuran pun terpancing emosi yang berujung pada kericuhan dan adu mulut. Namun para korban penggusuran tersebut pada akhirnya hanya bisa terpaku melihat tenda-tenda tempat tinggal di sekeliling Masjid di bongkar.

Beberapa puing-puing juga langsung diangkut agar tidak dibuat lagi bangunan di atas lahan tersebut.

"Kita kembali melakukan penertiban karena sampai saat ini masih ada warga yang tetap bertahan di lokasi meski sudah ditertibkan," ujar Kasatpol PP Manado Xaverius Runtuwene.

Menurut dia, para anggotanya hanya menjalankan aturan sesuai hukum yang berlaku.

"Tidak ada yang kebal hukum, aturan tetap aturan jadi kita lakukan penertiban lanjutan dan tidak lagi ada warga yang diperbolehkan tinggal di atas lahan itu," terangnya.
(nag)
Berita Terkait
Penertiban Bangunan...
Penertiban Bangunan Liar di Jalan Cijagra Bandung
Penertiban Bangunan...
Penertiban Bangunan Liar di Kawasan Pinggir Rel Stasiun Ancol
Penertiban Bangunan...
Penertiban Bangunan Liar di Area Velodrome Deli Serdang
Petugas Gabungan Bongkar...
Petugas Gabungan Bongkar Puluhan Lapak PKL di Bantaran Kali Trembesi Pademangan
Tolak Penertiban Bangunan...
Tolak Penertiban Bangunan Karaoke, Ribuan Warga Cilegon Sandera Alat Berat Petugas
Warga Ancam Demo jika...
Warga Ancam Demo jika Pasar Tumpah Merdeka Bogor Tak Ditertibkan
Berita Terkini
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 menit yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
12 menit yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
54 menit yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
1 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
1 jam yang lalu
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved