Ini Mimpi Ahok untuk Jakarta 70 Tahun Mendatang
Minggu, 01 November 2015 - 03:50 WIB
Ini Mimpi Ahok untuk Jakarta 70 Tahun Mendatang
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membacakan mimpi, aspirasi dan harapannya untuk Kota Jakarta 70 tahun mendatang.
Hal ini diungkapkan Ahok di Balai Kota DKI Jakarta saat melepas rombongan Ekspedisi Kapsul Waktu (EKW) bersama Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja di Balai Kota. "Saya bermimpi agar Indonesia bisa memiliki UU pembuktian terbalik harta pejabat dan aparat sipil negara. Dan Indonesia dapat melaksanakan seluruh transaksi nontunai," ungkap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015).
Ahok melanjutkan, untuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia, maka negara kepulauan ini harus bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Sehingga siapa pun pejabat di republik ini harus bisa membuktikan asal muasal hartanya. Jika tidak bisa, disita untuk negara. Karena persoalan utama bangsa kita adalah korupsi sebetulnya. Tidak ada saling kepercayaan," tegas Ahok.
Ahok pun berharap generasi berikutnya, bahkan yang belum lahir sekarang bisa teruskan mimpi-mimpi kita kalau tidak kesampaian semasa hidup. Mimpi, aspirasi dan harapan Ahok ini dibacakan dan ditulis dalam secarik kertas yang selanjutnya dimasukan ke dalam kapsul waktu.
Selain Ahok, ada pula perwakilan siswa sekolah dasar, Paskibraka dan Abang None Jakarta yang membacakan mimpi mereka. Tim ekspedisi akan membawa kapsul waktu ini ke Kota Bandung, Jawa Barat pada malam hari ini.
Tak hanya Bandung, kapsul mimpi akan mampir ke seluruh provinsi Indonesia. DKI Jakarta sendiri merupakan provinsi ke-17 yang dikunjungi tim setelah Kalimantan dan Sumatera. Pada 2085, seluruh mimpi dari generasi bangsa Indonesia masa sekarang akan dibuka kemudian dibaca generasi berikutnya di masa itu.
Hal ini diungkapkan Ahok di Balai Kota DKI Jakarta saat melepas rombongan Ekspedisi Kapsul Waktu (EKW) bersama Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja di Balai Kota. "Saya bermimpi agar Indonesia bisa memiliki UU pembuktian terbalik harta pejabat dan aparat sipil negara. Dan Indonesia dapat melaksanakan seluruh transaksi nontunai," ungkap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015).
Ahok melanjutkan, untuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia, maka negara kepulauan ini harus bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Sehingga siapa pun pejabat di republik ini harus bisa membuktikan asal muasal hartanya. Jika tidak bisa, disita untuk negara. Karena persoalan utama bangsa kita adalah korupsi sebetulnya. Tidak ada saling kepercayaan," tegas Ahok.
Ahok pun berharap generasi berikutnya, bahkan yang belum lahir sekarang bisa teruskan mimpi-mimpi kita kalau tidak kesampaian semasa hidup. Mimpi, aspirasi dan harapan Ahok ini dibacakan dan ditulis dalam secarik kertas yang selanjutnya dimasukan ke dalam kapsul waktu.
Selain Ahok, ada pula perwakilan siswa sekolah dasar, Paskibraka dan Abang None Jakarta yang membacakan mimpi mereka. Tim ekspedisi akan membawa kapsul waktu ini ke Kota Bandung, Jawa Barat pada malam hari ini.
Tak hanya Bandung, kapsul mimpi akan mampir ke seluruh provinsi Indonesia. DKI Jakarta sendiri merupakan provinsi ke-17 yang dikunjungi tim setelah Kalimantan dan Sumatera. Pada 2085, seluruh mimpi dari generasi bangsa Indonesia masa sekarang akan dibuka kemudian dibaca generasi berikutnya di masa itu.
(whb)