DPD Temukan Kerugian Negara Rp118,449 Miliar di Jatim

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 07:03 WIB
DPD Temukan Kerugian...
DPD Temukan Kerugian Negara Rp118,449 Miliar di Jatim
A A A
JAKARTA - Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI menemukan ada kerugian negara Rp118,449 miliar di Provinsi Jawa Timur.

Temuan ini disampaikan Ketua BAP Abdul Gafar Usman dalam rapat paripurna ke-4 DPD, di Gedung DPD, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Secara umum ada penyimpangan di lima Provinsi, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Ihwal ini merupakan hasil tindaklanjut dan pengusutan DPD terhadap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BAP DPD, kata Gafar, menemukan ada kerugian negara atas 39 entitas pemerintah daerah sebesar Rp118,449 miliar dari 128 kasus.

Hasil tersebut tertuang dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Semester I Tahun 2014. Dari jumlah itu sudah dilakukan penyetoran terkait 82 kasus senilai Rp77,436 miliar atau 65,37% .

Kerugian ini berkaitan dengan tujuh entitas pemda yang dipilih atau sasaran kunjungan kerja BAP pada wilayah Provinsi Jawa Timur.

Pertama, Provinsi Jawa Timur Rp63.288 miliar (telah dilakukan penyetoran Rp63.288 miliar atau 100%). Kedua, Kabupaten Bojonegoro Rp2,881 miliar (telah disetor Rp1,122 miliar atau 38,94%).

Ketiga, Kabupaten Lamongan Rp4,827 miliar (telah disetor Rp0,785 miliar atau 18,13%).
Keempat, Kabupaten Mojokerto Rp24, 160 miliar (disetor Rp1,574 miliar atau 65,51%).

Kelima, Kabupaten Sampang Rp1,836 miliar (disetor Rp1,201 miliar atau 65,41%). Keenam, Kabupaten Sidoarjo Rp1,836 miliar (disetor Rp1,836 miliar atau 100%). Ketujuh, Kota Mojokerto Rp2,437 miliar (disetor Rp68,01 juta atau 2,79%).

"Dari tujuh entitas pemda yang dipilih ternyata masih ada empat entitas yang tingkat penyetoran ke kas negara/daerah masih di bawah 50%. Bahkan dua entitas diantaranya hanya mencapai kurang dari 10% yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto," tegas Gafar.

Berdasarkan hal tersebut, BAP merekomendasikan dua hal. Pertama, DPD perlu mendorong entitas pemda di Provinsi Jatim khususnya Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto agar dapat meningkatkan kualitas akuntabilitas keuangannya.

Sehingga ke depan bisa memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Harapannya, entitas pemda lebih intensif melakukan konsultasi dengan BPK.

"Namun jika tidak memungkinkan konsultasi dilakukan dengan BPKP perwakilan Provinsi Jatim," bebernya.

Kedua, inspektorat pemerintah provinsi/kabupaten/kota di wilayah Jatim juga perlu meningkatkan peran dan fungsinya selaku aparat pengawasan internal.

Khususnya, ungkap Gafar, terhadap temuan atau kasus-kasus yang senantiasa muncul pada rekomendasi atau hasil pemeriksaan BPK."Seperti yang terkait dengan masalah dana hibah, aset ataupun Barang Milik Daerah (BMD)," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Wakil Ketua DPD RI Bandingkan...
Wakil Ketua DPD RI Bandingkan Kinerja Kejagung dan KPK
KPK Diminta Selidiki...
KPK Diminta Selidiki Penambahan Jumlah Masa Reses DPD RI
Sinergi KPK dan DPD...
Sinergi KPK dan DPD Cegah Korupsi di Daerah
DPD RI Minta KPK Usut...
DPD RI Minta KPK Usut Dugaan Bagi-bagi Kaveling di Lokasi IKN
Indonesia Darurat Korupsi,...
Indonesia Darurat Korupsi, Senator Filep Desak RUU Perampasan Aset Disahkan
Puan Optimistis UU MLA...
Puan Optimistis UU MLA RI-Swiss Perkuat Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved