Usut Demo Mahasiswa YAI, Polisi Dalami Keterlibatan Orang Dalam

Rabu, 28 Oktober 2015 - 22:21 WIB
Usut Demo Mahasiswa...
Usut Demo Mahasiswa YAI, Polisi Dalami Keterlibatan Orang Dalam
A A A
JAKARTA - Pihak kepolisian tengah mengusut dugaan pihak internal Lembaga Pendidikan Tinggi Yayasan Administrasi Indonesia (LPT YAI) terkait unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa kemarin. Guna membuktikan dugaan ke arah sana, polisi juga memeriksa dua orang staf bagian umum UPI YAI bernama Dewi dan Maya.

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Metro Senen Kompol Kasmono. Sambungnya, polisi juga tengah memeriksa empat mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Komunikasi berinisial PK (22), IB (23), IC (22), dan AW (22), yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sampai sekarang kami belum menemukan keterlibatan (orang dalam) itu, namun penyelidikan tetap kami lanjutkan," terang Kasmono ketika di konfirmasi wartawan, Rabu (28/10/2015).

Menyudutnya dugaan adanya oknum kampus yang "bermain" dalam aksi kemarin, terlihat dari keterangan sejumlah tersangka maupun korbanya yang mengaku bahwa aksi keempatnya itu telah berlangsung sejak 2011. Dia juga tidak mengerti, kenapa setelah empat tahun berlangsung, polisi baru menerima laporan dari korbanya.

"Untuk lebih detail kenapa baru terungkap silakan tanya pihak kampus. Kami hanya bekerja sesuai laporan," tegas Kasmono.

Kasmono berjanji, polisi akan tetap bersifat terbuka dalam kasus ini. Artinya, bila nanti dalam proses penyelidikan ditemukan adanya keterlibatan orang dalam kampus, maka penegakan hukum akan langsung dilakukan oleh polisi.

Sementara itu, terkait kasus yang menjerat terhadap empat mahasiswa itu, Kasmono mengatakan, penyelidikan sudah mencapai tahap pengumpulan berkas. Rencananya, lanjut dia, berkas keempatnya akan langsung diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat bila sudah mencapai tahap P-21.

"Jumat besok ada satu tersangka yang P-21 (berkas perkara lengkap) dan kami akan kirim ke kejaksaan pada hari Senin," jelas Kasmono.

Untuk motifnya, Kasmono menerangkan, keempat tersangka itu memiliki peran masing-masing dalam melakukan aksinya, dengan dalih mampu memberikan cash back bayaranya uang kuliah sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Keempatnya mampu memperdaya sekitar ribuan mahasiswa untuk melakukan daftar ulang kuliah yang besarnya mencapai Rp7 juta per semester melaluinya.

"Informasi yang kami dapat, korban (mahasiswa) ini kan membayar uang kuliah semesteran lewat teman, bukan bayar langsung ke pihak kampus, bayar lewat teman dengan iming-iming cash back," ujar Kasmono.

Kemudian, untuk menutupi aksinya tersebut, kepada mahasiswa yang telah membayar, pelaku menyerahkan tanda bukti pembayaran transferan uang kuliah melalui Bank Mandiri yang belakangan diketahui palsu. Kemudian diupload hingga diberikan testimoni melalui media sosial seperti Instagram.

"Kejadiannya sendiri telah tiga bulan lalu, para korbanya kerap ditanyakan pihak kampus karena dianggap belum bayar kuliah, sekalipun menunjukan bukti (pembayaran) tersebut," ucap Kasmono.

Hasil penyidikan mendapatkan, hasil penipuan itu oleh para pelaku digunakan untuk foya-foya termasuk membeli sejumlah kendaraan seperti mobil Suzuki Ertiga dan Honda Brio, motor hingga beberapa pakaian.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak kampus belum memberikan keterangannya secara resmi. Sekalipun sejumlah wartawan telah mencoba mendatangi kampus yang berada di kawasan Kecamatan Senen itu.

Ditemui terpisah, salah seorang korban keempat tersangka, Saputra (20), mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi mengatakan, akibat kasus itu banyak mahasiswa yang dianggap belum melakukan pembayaran semester tahun ini oleh pihak kampus. Sekalipun telah menunjukan bukti palsu transferan Bank Mandiri.

Saputra juga menjelaskan, teman-temannya bahkan dianggap belum melakukan pembayaran selama tiga semester oleh pihak kampus. "Ini jelas merugikan kami," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Saat Pandemi Covid-19,...
Saat Pandemi Covid-19, Aliansi Mahasiswa Papua Demo Tuntut Pembebasan 7 Tapol
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
44 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved