Satu Keluarga di Wonogiri Ini Hidup Bersama Ratusan Ular

Rabu, 28 Oktober 2015 - 09:04 WIB
Satu Keluarga di Wonogiri...
Satu Keluarga di Wonogiri Ini Hidup Bersama Ratusan Ular
A A A
WONOGIRI - Satu keluarga petani di Wonogiri, Jawa Tengah, hidup bersama ratusan ekor ular di rumahnya. Ular-ular tersebut didapat dari berburu di alam liar. Aktivitas perburuan ular ini menjadi lahan mencari nafkah hidup yang telah dilakoni sejak 50 tahun silam.

Bagi keluarga Kakek Parnen, petani kecil yang tinggal di Dusun Sambeng, Desa Sedayu, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, ular tak lagi dianggap binatang membahayakan. Binatang melata ini,justru mendatangkan rezeki tersendiri.

Setiap hari, Kakek Parnen bersama anak dan cucu-cucunya bergelut dengan ratusan ekor ular berbagai jenis dan ukuran. Ular-ular ini merupakan hasil perburuan di alam liar. Hasil perburuan kakek parnen dan anak cucunya tersebut ditampung hidup-hidup di dalam sejumlah karung di rumahnya.

Satu Keluarga di Wonogiri Ini Hidup Bersama Ratusan Ular


Aktivitas perburuan ular ini menjadi lahan mencari nafkah hidup yang telah dilakoni Kakek Parnen sejak masih remaja, 50 tahun silam. Bahkan, kakek yang kini telah memiliki enam anak dan enam cucu ini menggantungkan hidup dari berburu ular, selain bertani.

Setiap pagi hari, kakek berusia 65 tahun ini merambah hutan mengejar ular buruan. Dalam berburu ular, peralatan yang dibawa Kakek Parnen hanya karung dan tongkat kecil untuk menyibak semak. Apa pun jenisnya, ular-ular yang ditemui Kakek Parnen di alam liar, akan dikejar dan ditangkap tangan.

Siangnya, Kakek Parnen pulang dengan membawa satu atau dua ekor ular hasil buruan. "Ular-ular yang kebanyakan jenis lokal tersebut ditampung dalam karung di rumah, lalu kemudian dijual ke pedagang ular di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah," kata Kakek Parnen.

Selain berburu, Kakek Parnen juga menampung ular hasil perburuan warga desa lainnya. Ular-ular tersebut dibeli dari warga dengan sistem kiloan, seharga Rp25 ribu-Rp30 ribu per kilogram.

"Dalam satu minggu saya bisa menampung ratusan ekor ular yang siap dijual lagi kepada pedagang ular di Boyolali," ujarnya.

Profesi berburu ular ini tidak hanya diturunkan Kakek Parnen kepada anak cucunya. Bahkan, para remaja di Dusun Sambeng pun kini banyak yang ikut-ikutan mencari ular.

Meski demikian, Kakek Parnen mengingatkan setiap warga yang ingin mencari ular untuk berhati-hati, Terlebih bagi warga yang belum terbiasa. Menurutnya, bergelut dengan ular taruhannya adalah nyawa, jika yang dihadapi jenis ular berbisa.
(zik)
Berita Terkait
Seorang Ibu Hamil dan...
Seorang Ibu Hamil dan Melahirkan dalam Waktu Satu Jam
Bocah Gemar Hirup Aroma...
Bocah Gemar Hirup Aroma Bensin Motor di Cilegon Banten
Makam Dicat Warna-warni...
Makam Dicat Warna-warni Bagaikan Pelangi
Viral, Pisang Tumbuh...
Viral, Pisang Tumbuh di Atas Pohon Pisang yang Mati
Heboh, Anak Ikan Hiu...
Heboh, Anak Ikan Hiu Berwajah Manusia Ditangkap Nelayan Rote
Ajaib! Wanita dengan...
Ajaib! Wanita dengan 2 Vagina, Uteri dan Serviks Lahirkan Bayi Lucu
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
47 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved