Pemprov Tolak GrabCar Lamborghini Mengaspal di Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2015 - 23:08 WIB
Pemprov Tolak GrabCar...
Pemprov Tolak GrabCar Lamborghini Mengaspal di Jakarta
A A A
JAKARTA - Perusahaan teknologi layanan aplikasi‎ angkutan umum, PT Grab Taxi Indonesia melalui layanan Grab Car meluncurkan 10 armada bermerek Lamborghini di Senayan City, Jakarta Selatan (Jaksel), kemarin. Sayangnya, peluncuran armada mewah berkecepatan tinggi ‎atau supercar itu tidak mendapat restu dari Pemprov DKI.

Kepala ‎Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah terkejut mendengar adanya peluncuran tersebut. Karena, pertemuan beberapa waktu lalu pascapenertiban Uber dan GrabCar, pelaku bisnis itu sepakat untuk mengikuti tujuh syarat agar beroperasi seperti angkutan umum lainnya.

"Sampai saat ini kami belum menerima kelengkapan prasyarat dari para pebisnis aplikasi, khususnya roda empat ‎tersebut. Kami menyayangkan sikap mereka. Kami akan menindaknya bersama dengan kepolisian," kata Andri Yansyah saat dihubungi, Rabu 21 Oktober 2015.

Andri menjelaskan, sebagai regulator yang melayani masyarakat, pemerintah tentunya mendukung segala bentuk cara pelayanan transportasi yang dilakukan oleh berbagai pihak. Namun, kata dia, seyogianya segala bentuk cara tersebut mengikuti aturan-aturan yang berlaku.

Sebab, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah tidak dapat mengontrol dan menjamin keselamatan masyarakat. Terlebih faktor keselamatan merupakan faktor utama dalam bisnis transportasi.

‎Untuk itu, apabila pebisnis aplikasi tetap memaksa untuk beroperasi tanpa mau mengurus prasyarat, maka Dishubtransk DKI akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mencabut aplikasi layanan angkutan umum tersebut.

"Kami sudah meminta kepolisian untuk terus menindak. Hasilnya akan kami sampaikan ke Kominfo agar segera menutup aplikasi-aplikasi angkutan umum ilegal. Kami tidak tahu, jangan-jangan ‎Lamborghini-nya tidak bersurat seperti yang mayoritas ada di Jakarta," pungkasnya.

Selain itu, apabila Kominfo tidak mampu menutup aplikasi tersebut, Dishubtrans akan bergerak cepat membenahi pelayanan transportasi massal untuk menyaingi ‎keberadaan mereka. Salah satunya mengoperasikan 300 unit bus Kopaja di jalur Transjakarta pada akhir bulan ini.

"Kami harap dengan banyaknya armada bus di jalur Transjakarta, mobilitas pengguna dapat lebih cepat diwujudkan. Kami akan terus memperbaiki layanan transportasi massal, karena kami yakin transportasi murah, cepat, aman dan nyaman akan menjadi rebutan masyarakat," tuturnya.

PILIHAN:

Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November
(mhd)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Dishub Sulsel Larang...
Dishub Sulsel Larang Angkutan Umum Tak Layak Beroperasi
Berita Terkini
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 menit yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
27 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved