Pelayanan Buruk, 3 Tahun Terakhir Penumpang Transjakarta Turun
Kamis, 15 Oktober 2015 - 00:30 WIB
Pelayanan Buruk, 3 Tahun Terakhir Penumpang Transjakarta Turun
A
A
A
JAKARTA - Jumlah penumpang bus Transjakarta mengalami penurunan sejak tiga tahun terakhir. Buruknya sistem pelayanan bus kebanggaan Pemprov DKI Jakarta tersebut menjadi pemicu penurunan jumlah penumpang.
Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan, sudah hampir tiga tahun terakhir Transjakarta mengalami penurunan peminat. Hal ini terlihat pada data, di tahun 2012 Transjakarta mengalami penurunan jumlah penumpang dari sekitar 114 juta per tahun menjadi sekitar 111 juta penumpang.
Sejak 2012 lalu, hingga data 2014 kemarin, Transjakarta tidak mampu menembus jumlah penumpang 112 juta per tahun. Hingga data terakhir, di tahun 2014, PT Transjakarta mampu mengangkut penumpang sebanyak 111.630.305 per tahun.
Sedangkan hingga September 2015 lalu, sudah sekitar 110 juta orang yang telah menggunakan Transjakarta di 12 koridor yang ada.
"Ini karena manajemen yang buruk, membuat armada bus menjadi tidak layak. Kondisi ini diperparah dengan jalur yang tidak streril," kata Darmaningtyas, Rabu 14 Oktober 2015.
Darmaningtyas menyakini bila jalan steril, akan membuat kenaikan penumpang menjadi 50 persen. Hanya saja untuk Transjakarta ini, pihak pemprov harus kembali mengaktifkan tiket harian.
"Jangan seperti sekarang, tiket e-money yang di jual mahal Rp40.000 untuk satu kali jalan. Sungguh tidak rasional bagi orang pertama kali naik transjakarta," jelasnya.
Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan, sudah hampir tiga tahun terakhir Transjakarta mengalami penurunan peminat. Hal ini terlihat pada data, di tahun 2012 Transjakarta mengalami penurunan jumlah penumpang dari sekitar 114 juta per tahun menjadi sekitar 111 juta penumpang.
Sejak 2012 lalu, hingga data 2014 kemarin, Transjakarta tidak mampu menembus jumlah penumpang 112 juta per tahun. Hingga data terakhir, di tahun 2014, PT Transjakarta mampu mengangkut penumpang sebanyak 111.630.305 per tahun.
Sedangkan hingga September 2015 lalu, sudah sekitar 110 juta orang yang telah menggunakan Transjakarta di 12 koridor yang ada.
"Ini karena manajemen yang buruk, membuat armada bus menjadi tidak layak. Kondisi ini diperparah dengan jalur yang tidak streril," kata Darmaningtyas, Rabu 14 Oktober 2015.
Darmaningtyas menyakini bila jalan steril, akan membuat kenaikan penumpang menjadi 50 persen. Hanya saja untuk Transjakarta ini, pihak pemprov harus kembali mengaktifkan tiket harian.
"Jangan seperti sekarang, tiket e-money yang di jual mahal Rp40.000 untuk satu kali jalan. Sungguh tidak rasional bagi orang pertama kali naik transjakarta," jelasnya.
(whb)