Ekonomi Memburuk, Lebih dari 1.500 Buruh di Jombang Kena PHK
Rabu, 30 September 2015 - 09:07 WIB
Ekonomi Memburuk, Lebih dari 1.500 Buruh di Jombang Kena PHK
A
A
A
JOMBANG - Kekhawatiran banyak pihak akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran akibat kondisi perekonomian yang terus memburuk menjadi kenyataan. Di Jombang, Jawa Timur, sebanyak 1.520 buruh di-PHK oleh sejumlah perusahaan.
Adanya seribuan buruh yang di-PHK oleh sejumlah perusahaan tempatnya bekerja diakui Bupati Jombang Nyono Suharli.
Menurut Nyono, lebih dari 1.500 orang buruh yang terkena PHK di bulan September ini. Mereka berasal dari berbagai perusahaan besar maupun kecil.
Nyono Suharli mendesak buruh agar bersabar dan tidak menuntut kenaikan upah tahun ini yang sudah mencapai Rp1.700.000. Sebab, jika upah tidak dinaikkan saja sudah terjadi PHK, bagaimana jadinya jika upah dinaikkan, tentu perusahaan-perusahaan akan lebih tidak mampu lagi.
Menurut dia, selain tingginya upah perusahaan-perusahaan saat ini juga sedang dibuat pusing oleh terus naiknya harga bahan baku akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Akibatnya, mereka terpaksa melakukan efisiensi dengan mengurangi produksi dan jumlah karyawannya.
M Fadlan, pengusaha tas, mengaku terpaksa melakukan PHK karena harus melakukan efisiensi akibat pengurangan produksi yang disebabkan oleh terus naiknya harga bahan baku. Hal ini tak bisa dilepaskan dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Sedangkan untuk perusahaan skala besar, Pemerintah Kabupaten Jombang mencatat ada delapan perusahaan yang melakukan PHK.
PILIHAN:
Tolak Komunis Gaya Baru, Seribu Banser Blitar Turun ke Jalan
Adanya seribuan buruh yang di-PHK oleh sejumlah perusahaan tempatnya bekerja diakui Bupati Jombang Nyono Suharli.
Menurut Nyono, lebih dari 1.500 orang buruh yang terkena PHK di bulan September ini. Mereka berasal dari berbagai perusahaan besar maupun kecil.
Nyono Suharli mendesak buruh agar bersabar dan tidak menuntut kenaikan upah tahun ini yang sudah mencapai Rp1.700.000. Sebab, jika upah tidak dinaikkan saja sudah terjadi PHK, bagaimana jadinya jika upah dinaikkan, tentu perusahaan-perusahaan akan lebih tidak mampu lagi.
Menurut dia, selain tingginya upah perusahaan-perusahaan saat ini juga sedang dibuat pusing oleh terus naiknya harga bahan baku akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Akibatnya, mereka terpaksa melakukan efisiensi dengan mengurangi produksi dan jumlah karyawannya.
M Fadlan, pengusaha tas, mengaku terpaksa melakukan PHK karena harus melakukan efisiensi akibat pengurangan produksi yang disebabkan oleh terus naiknya harga bahan baku. Hal ini tak bisa dilepaskan dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Sedangkan untuk perusahaan skala besar, Pemerintah Kabupaten Jombang mencatat ada delapan perusahaan yang melakukan PHK.
PILIHAN:
Tolak Komunis Gaya Baru, Seribu Banser Blitar Turun ke Jalan
(zik)