Tabrakan Kereta di Juanda, Jonan: Aneh dan Memalukan

Kamis, 24 September 2015 - 23:30 WIB
Tabrakan Kereta di Juanda,...
Tabrakan Kereta di Juanda, Jonan: Aneh dan Memalukan
A A A
JAKARTA - Teka teki peristiwa penyerudukkan Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) nomor 1156 jurusan Jakarta Kota-Bogor terhadap Kereta 1154 jurusan yang sama di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, masih misteri. Kuat dugaan penyebab kejadian karena kelalaian.

Dugaan tersebut muncul setelah Menteri Perhubungan (Menhub) Igansius Jonan yang melakukan sidak di Stasiun Manggarai, siang tadi. Kata dia, tabrakan KCJ itu tidak seharusnya terjadi. Pasalnya, dalam penyidikan sementara diketahui, sistem persinyalan yang ada di sepanjang perlintasan kereta dari Manggarai ke Jakarta Kota telah berjalan baik.

"Jadi memang sangat aneh dan memalukan sampai kejadian ini terjadi," ucap Jonan saat kunjungan ke Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (24/9/2015).

Karenanya, mantan Dirut PT KAI itupun memastikan kelalaian manusia menjadi satu-satunya alasan yang kuat peristiwa kecelakaan itu terjadi. Melihat dugaan itu, Jonan mengancam, bila nantinya benar dan terbukti, maka dia tidak segan memberikan sanksi tegas, terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

"Kalau memang lalai, pasti dikasih sanksi. Bisa dihukum atau dipecat atau gimana. Tanggung jawabnya juga harus sampai atas," tegas Jonan.

Terkait soal PT KAI yang melakukan penyidikan secara internal terhadap personelnya demi mencari bukti dan keterangan, Jonan mengaku tidak mempermaslahkannya. Menurutnya, yang menjadi acuan dirinya untuk pemberian sanksi terhadap peristiwa ini adalah hasil penyidikan yang dilakukan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"KAI hanya melakukan pemeriksaan internal khusus untuk personel. Terkait kecelakaannya, di KNKT, dan masih lama keluarnya," ungkap Jonan.

Pernyataan berbeda justru dikatakan oleh Direktur Utama PT KCJ, Muhammad Nurul Fadhila. Walaupun dirinya mengakui bahwa kecelakaan itu tidak disebabkan oleh gangguan sinyal, namun dia enggan mempersalahkan kelalaian masinis yang menjadi penyebab peristiwaan nahas itu terjadi.

"Kita tunggu hasil KNKT, saya tidak mau berandai-andai atau bagaimana," tegas Fadhila. (Baca: Imbas Tabrakan di Commuter Line, Perjalanan Jalur Layang Lumpuh)

Fadhila juga menegaskan, pihaknya tidak mempermaslahkan mengenai keterlibatan Asisten Masinis dalam mengoperasikan Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) sekalipun minim pengalaman. Dikatakannya, tujuan adanya assiten dalam operasi KCJ tidak lain untuk menambah jam mengemudi sebagai langkah PT KAI dalam mempersiapkan tenaga masinis.

Nantinya, kata Fadhila, setelah assiten tersebut telah mencapai 4.000 jam mengoperasikan kereta, maka assiten itu mempunyai hak untuk mengalami kenaikan pangkat menjadi seorang masinis. Hanya saja mengenai soal operasi kereta oleh seorang asisten Masinis, Fadhila menegaskan, hal itu harus didamping dan diawasi oleh masinisnya.

Terkait status mengenai Gustian, masinis Rangkaian KRL nomer 1156 yang melakukan tabrakan, Fadhila sendiri enggan berkomentar mengenai status dari pegawainya. Menurutnya, setelah kejadian ini, pihaknya bakal memastikan dalam waktu dekat, akan melakukan evaluasi terhadap rute-rute mana saja yang diperbolehkan untuk dilalui asisten masinis.

"Saat ini tidak ada aturan spesifik mengenai itu, tapi nanti akan kita evaluasi. Kedepannya ada rute-rute mana saja yang boleh dan mana yang tidak untuk asisten masinis," beber Fadhila.

PILIHAN:


Korban Kecelakaan Kereta di Bintaro Jadi 6 Orang

Mau Salat Idul Adha, 3 Warga Ciledug Tewas Kecelakaan
(mhd)
Berita Terkait
Perbedaan Kondisi KRL...
Perbedaan Kondisi KRL Dulu dan Sekarang
Besok Malam, 70 Perjalanan...
Besok Malam, 70 Perjalanan KRL Commuter Line Dibatalkan
Pembatasan Layanan,...
Pembatasan Layanan, KRL Hanya Beroperasi Sampai Pukul 20.00 WIB
Mulai Besok PT KAI Tambah...
Mulai Besok PT KAI Tambah Perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek di Jam Sibuk
Jadwal KRL Commuter...
Jadwal KRL Commuter Line Bakal Terganggu Selama 4 Hari, KAI Ungkap Sebabnya
KCI Tegaskan 18 April...
KCI Tegaskan 18 April 2020, KRL Commuter Line Tetap Beroperasi
Berita Terkini
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
10 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
11 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
11 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
12 jam yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
12 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
14 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved