Disuap Wisatawan Dua Petugas Imigrasi Kena Skors
Kamis, 17 September 2015 - 17:30 WIB
Disuap Wisatawan Dua Petugas Imigrasi Kena Skors
A
A
A
DENPASAR - Dua petugas Imigrasi Ngurah Rai terancam kena skors, karena diduga telah menerima suap dari warga negara asing, pada Sabtu 12 September 2015.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Yosep HA Renung Widodo mengatakan, kedua anak buahnya itu diduga disuap warga China beberapa ratus Yuan.
Dia menceritakan awal mula kejadian anak buahnya bisa menerima uang sebanyak 200 Yuan. Awalnya petugas Imigrasi Ngurah Rai bernama Henri melakukan wawancara kepada Zhang Tao singkat kepada dia, seperti akan tinggal dimana dan mau apa di Bali.
Namun setelah petugas Imigrasi itu menanyakan kepada hotel yang ada di Bali apakah Zhang Tao sudah melakukan reservasi, dan pihak hotel pun menjawab tidak ada nama tersebut.
“Lha mulai dari sini kejadian itu terjadi, saat itu Zhang Tao memberikan uang 100 Yuan kepada Henri. Dia menanyakan untuk apa uang tersebut, saat itu juga justru Zhang Tao menambahkan 100 Yuan lagi kepada Henri,” jelasnya, di Imigrasi Ngurah Rai, Mangupura, Badung, Kamis (17/9/2015).
Imbuhnya, dalam budaya orang China tidak ada istilah backpaker, disini pihak Imigrasi mencurigai Zhang Tao yang mengaku jalan-jalan ke Bali sendirian. Setelah itu Henri menghubungi Wachid petugas imigrasi lainnya yang juga menerima warga China bernama Deng Jiandang.
“Disini ada enam orang yang mengaku jadi turis, dari sana mereka meminta izin kepada supervisornya untuk melakukan penyelidikan,”ujarnya.
Dia mengaku, hingga saat ini uang tersebut masih dibawa oleh petugas imigrasi tersebut karena mereka ingin membuktikan bahwa orang China ini telah melakukan suap.
“Saya sendiri belum melihat uang itu, tetapi katanya uang itu memang masih dibawa oleh kedua petugas itu. Kalaupun itu ada maka bisa dibilang itu pungli dan gratifikasi,”ujarnya.
Dia mengatakan, bahwa kedua petugas itu bisa dikenakan sanksi seperti penundaan gaji, penundaan pengangkatan pangkat. “Untuk pemecatan sepertinya tidak, sanksinya hanya itu saja yaitu penundaan gaji dan penundaan pangkat. Kalau untuk SPVnya juga dapat peringatan mungkin dia akan menjalani pelatihan,” tandasnya.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Yosep HA Renung Widodo mengatakan, kedua anak buahnya itu diduga disuap warga China beberapa ratus Yuan.
Dia menceritakan awal mula kejadian anak buahnya bisa menerima uang sebanyak 200 Yuan. Awalnya petugas Imigrasi Ngurah Rai bernama Henri melakukan wawancara kepada Zhang Tao singkat kepada dia, seperti akan tinggal dimana dan mau apa di Bali.
Namun setelah petugas Imigrasi itu menanyakan kepada hotel yang ada di Bali apakah Zhang Tao sudah melakukan reservasi, dan pihak hotel pun menjawab tidak ada nama tersebut.
“Lha mulai dari sini kejadian itu terjadi, saat itu Zhang Tao memberikan uang 100 Yuan kepada Henri. Dia menanyakan untuk apa uang tersebut, saat itu juga justru Zhang Tao menambahkan 100 Yuan lagi kepada Henri,” jelasnya, di Imigrasi Ngurah Rai, Mangupura, Badung, Kamis (17/9/2015).
Imbuhnya, dalam budaya orang China tidak ada istilah backpaker, disini pihak Imigrasi mencurigai Zhang Tao yang mengaku jalan-jalan ke Bali sendirian. Setelah itu Henri menghubungi Wachid petugas imigrasi lainnya yang juga menerima warga China bernama Deng Jiandang.
“Disini ada enam orang yang mengaku jadi turis, dari sana mereka meminta izin kepada supervisornya untuk melakukan penyelidikan,”ujarnya.
Dia mengaku, hingga saat ini uang tersebut masih dibawa oleh petugas imigrasi tersebut karena mereka ingin membuktikan bahwa orang China ini telah melakukan suap.
“Saya sendiri belum melihat uang itu, tetapi katanya uang itu memang masih dibawa oleh kedua petugas itu. Kalaupun itu ada maka bisa dibilang itu pungli dan gratifikasi,”ujarnya.
Dia mengatakan, bahwa kedua petugas itu bisa dikenakan sanksi seperti penundaan gaji, penundaan pengangkatan pangkat. “Untuk pemecatan sepertinya tidak, sanksinya hanya itu saja yaitu penundaan gaji dan penundaan pangkat. Kalau untuk SPVnya juga dapat peringatan mungkin dia akan menjalani pelatihan,” tandasnya.
(sms)