Mengangkat Ikon Budaya sebagai Motif Batik

Jum'at, 11 September 2015 - 10:37 WIB
Mengangkat Ikon Budaya...
Mengangkat Ikon Budaya sebagai Motif Batik
A A A
YOGYAKARTA - Apakah Anda mencari kain batik bermotif ikon budaya? Karya lima mahasiswa Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang dikenal dengan Indonesia Culture in Batik atau ICB bisa menjadi pilihan.

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian untuk program Kreativitas Mahasiswa ini sukses menghasilkan kain batik bernuansa budaya yang cukup dikenal di Yogyakarta. Namanya Pesona Yogyakarta dan kain bermotif Kalimantan Barat. Untuk Pesona Yogyakarta, ikon yang diangkat adalah Tugu Yogyakarta yang dikenal dengan nama Tugu Pal. Kemudian, ada gambar wayang, gamelan, keris lekuk 7, dan rumah joglo.

Sementara, pesona Kalimantan Barat bergambar Tugu Khatulistiwa, senjata tradisional Dayak, burung enggang gading, ikan arwana merah, kelapa sawit, dan lidah buaya. "Khusus desain motif Pesona Yogyakarta, telah terjual lebih dari 350 produk," ucap Miftahudin Nur Ihsan, salah satu mahasiswa pencetus produk tersebut.

Miftahudin bersama Dheni Nugroho, Deary Putriani, Joko Susanto, dan Erwan Aditya terdorong membuat batik ICB karena tertantang dengan predikat World Craft City of Batik yang diberikan Dewan Kerajinan Dunia kepada Yogyakarta. Kemunculan batik Pesona Yogyakarta menjadi representasi keinginan mereka. Ikon kultur di kota budaya ini menjadi produk yang sangat mungkin mendunia.

Kini karya para mahasiswa tersebut telah lolos babak final Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional 2015 yang akan berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Oktober mendatang. "ICB ingin mengenalkan simbolsimbol budaya yang ada di masyarakat sebagai motif batik. Tujuannya memperkenalkan kembali budaya di masyarakat dalam kemasan menarik. Selama ini batik di pasaran belum ada yang mengangkat simbol-simbol budaya sebagai motif batik," ungkap Miftahudin yang dipercaya menjadi ketua kelompok mahasiswa tersebut.

Sebagai karya yang bisa dikembangkan ke arah ekonomi, motif batik mereka saat ini diupayakan untuk mendapatkan hak merek dagang dan hak cipta motif. Mereka juga berencana menambah motif batik dengan ikon budaya yang ada di masyarakat.

“Indonesia dengan cukup banyak budaya akan memudakan upaya penciptaan motifmotif baru, tidak hanya Pesona Yogyakarta dan Pesona Kalimantan Barat,” ujar rekannya, Deary Putriani.

MAHA DEVA
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
1 jam yang lalu
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
2 jam yang lalu
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
3 jam yang lalu
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
4 jam yang lalu
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
4 jam yang lalu
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
4 jam yang lalu
Infografis
AS Klaim F-35 sebagai...
AS Klaim F-35 sebagai Jet Tempur Tercanggih, namun Jatuh 11 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved