Ratusan Warga Sragen Berburu Batu Mani Gajah

Minggu, 02 Agustus 2015 - 18:30 WIB
Ratusan Warga Sragen...
Ratusan Warga Sragen Berburu Batu Mani Gajah
A A A
SRAGEN - Ratusan warga di Kampung Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah, berburu batu jenis mani gajah purba di lahan milik warga. Pencarian batu mulia tersebut dipimpin langsung oleh kepala desa setempat, Suwarno.

Pencarian batu dilakukan di lahan milik Cokro Suwarno, warga setempat. Mereka menggunakan alat seperti linggis dan besi berukuran kecil untuk mendeteksi keberadaan batu di dalam tanah.

Setelah alat tersebut menyentuh benda keras yang dipastikan batu mani gajah, mereka lantas melubangi tanah tersebut dengan linggis dan kayu.

Menurut Suwarno, kepala desa setempat, sebelum menemukan lokasi penemuan batu tersebut, pada malam harinya dia bermimpi bahwa di lokasi tersebut ada benda berharga yang tak terhingga nilainya.

Selanjutnya pada tengah malam Suwarno mengajak salah satu perangkat desa untuk mengambil benda berharga tersebut di pekarangan milik warga setempat, Cokro Suwarno, yang lokasinya berada di tengah hutan.

Setelah berhasil mengambil batu jenis mani gajah sebesar genggaman orang dewasa dari dalam tanah, dia bersama perangkat desa pulang ke rumah untuk menyimpan batu tersebut di dalam lemari.

Pada pagi harinya, benda tersebut ditawar oleh seorang kolektor dari Jakarta sebesar Rp10 juta, namun oleh kepala desa tidak diberikan. Kemudian kepala desa mengerahkan warganya bersama-sama untuk mencari atau menggali batu tersebut di ladang.

Menurut Suwarno, jika batu tersebut laku dijual dengan harga tinggi, uangnya bisa untuk menambah kesejahteraan warganya.

Suwarno menambahkan, setelah pihak pemerintah desa mengetahui batu mani gajah dari Kampung Bonagung laku mahal, pihaknya mengambil langkah untuk mengoordinir warga agar batu temuan dari lahan tersebut dikumpulkan di kantor desa, lantas keuangannya dikelola oleh desa.

"Tujuannya untuk kemakmuran warga dan untuk menambah aset desa," ujarnya, Minggu (2/8/2015).

Sementara itu, pencarian batu tidak hanya dilakukan orang laki-laki. Ibu-ibu dan anak-anak juga ikut.

Ibu Suwarni, salah satu warga yang ikut dalam pencarian batu mani gajah mengaku sudah dua hari ikut mencari batu. Batu dari hasil pencarian tersebut rencananya dijual oleh seorang pengepul.

Selain dibuat akik, konon batu mani gajah itu dibuat sebagai pengasihan dan pelarisan. Batu mani gajah tersebut dijual ke Jakarta dan kota besar lainya, bahkan hingga luar negeri.
(zik)
Berita Terkait
5 Batu Akik Asli Indonesia...
5 Batu Akik Asli Indonesia yang Dikenal Hingga Penjuru Dunia
Sepi Pelanggan, Pedagang...
Sepi Pelanggan, Pedagang Batu Akik Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
Gara-Gara Cincin Batu...
Gara-Gara Cincin Batu Akik, 7 Jari Tangan Tunawisma Bengkak
Dikira Batu Akik Ternyata...
Dikira Batu Akik Ternyata Telur Dinosaurus Berumur 60 Juta Tahun
Sungai Peusangan di...
Sungai Peusangan di Aceh Mengering, Warga Berburu Batu Akik Sulaiman
Sepi Pembeli, Pedagang...
Sepi Pembeli, Pedagang Batu Akik Tetap Bertahan di Masa Pandemi
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
2 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
3 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
5 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
15 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
16 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
16 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved