Polda Sebut Masalah Dweeling Time Paling Banyak di Kemendag
Sabtu, 01 Agustus 2015 - 13:06 WIB
Polda Sebut Masalah Dweeling Time Paling Banyak di Kemendag
A
A
A
JAKARTA - Dalam kasus dwelling time di pelabuhan, Polda Metro Jaya meneliti 18 kementerian yang terkait dalam perizinan. Namun Polda Metro menyebut paling banyak masalah tersebut terjadi di Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh Satgasus Polda Metro Jaya selama tiga bulan, kasus dwelling time melibatkan 18 kementerian.
"Kementerian paling banyak yakni di Kementerian Perdagangan. Ada 38% perizinan (bongkar muat impor) di Kemendag. Kemudian tim menenukan ada indikasi pelanggaran hukum di tempat tersebut," kata Kombes Pol M Iqbal, Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam Polemik Sindo Trijaya FM di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2015).
Iqbal menambahkan, dalam kasus dwelling time ini, pihaknya akan berfokus pada tahapan pre clearance terkait masalah perizinan. "Kami fokus terhadap pada pre clearance terkait perizinan," tambahnya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian yang mengatakan polisi terus mengawasi 18 kementerian lainnya yang terkait dengan perizinan bongkar muat impor peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.
Meskipun saat ini sedang fokus membongkar dugaan suap di Kementerian Perdagangan, bidikan akan ke instansi lain jika tidak segera dibenahi proses perizinan terkait kasus ini.
PILIHAN:
Dibidik Haji Lulung, Ini Reaksi Ahok
Ini Saingan Berat Ahok di Pilgub DKI 2017
DKI Rencanakan Pembubaran 2 Organisasi Ini
Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh Satgasus Polda Metro Jaya selama tiga bulan, kasus dwelling time melibatkan 18 kementerian.
"Kementerian paling banyak yakni di Kementerian Perdagangan. Ada 38% perizinan (bongkar muat impor) di Kemendag. Kemudian tim menenukan ada indikasi pelanggaran hukum di tempat tersebut," kata Kombes Pol M Iqbal, Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam Polemik Sindo Trijaya FM di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2015).
Iqbal menambahkan, dalam kasus dwelling time ini, pihaknya akan berfokus pada tahapan pre clearance terkait masalah perizinan. "Kami fokus terhadap pada pre clearance terkait perizinan," tambahnya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian yang mengatakan polisi terus mengawasi 18 kementerian lainnya yang terkait dengan perizinan bongkar muat impor peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.
Meskipun saat ini sedang fokus membongkar dugaan suap di Kementerian Perdagangan, bidikan akan ke instansi lain jika tidak segera dibenahi proses perizinan terkait kasus ini.
PILIHAN:
Dibidik Haji Lulung, Ini Reaksi Ahok
Ini Saingan Berat Ahok di Pilgub DKI 2017
DKI Rencanakan Pembubaran 2 Organisasi Ini
(ysw)