Dibidik Haji Lulung, Ini Reaksi Ahok

Jum'at, 31 Juli 2015 - 11:46 WIB
Dibidik Haji Lulung,...
Dibidik Haji Lulung, Ini Reaksi Ahok
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku harus menuruti prosedur yang ada jika memang akan dipanggil oleh DPRD DKI Jakarta. Hal ini terkait rencana Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana memanggil Ahok untuk meminta penjelasan terkait adanya dua kasus korupsi pada pemerintahan Ahok.

"Kalau DPRD prosedurnya panggil, sesuai prosedur ya kita harus datang," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2015). (Baca: Ada Kasus Korupsi, Ahok Disorot DPRD)

Akan tetapi Ahok heran jika dirinya dipanggil untuk kasus korupsi pengadaan Uninterruptable Power Supply (UPS). Pasanya dirinya kembali menjelaskan dari awal UPS ini hangat dibicarakan oleh media beberapa bulan yang lalu hingga saat ini tengah dilakukan penyidikan di Bareskrim Mabes Polri dan telah menyeret dua PNS yaitu AU dan ZS.

"Kalau soal UPS ya saya ketawa saja DPRD panggil saya. Sebelum kita mau buat atau merevisi APBD, itu harus ada nota kesepahaman antara gubernur dan DPRD. Nah kasus UPS, dalam nota kesepahaman kan sudah saya coret di 2014 awal, saya ganti Pak Lasro (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta saat itu) didalam. Lalu Pak Lasro mencoret ada Rp3,4 triliun atau berapa itu. Lalu kita mau buat APBD-P," cerita Ahok.

Kemudian saat itu membuat APBD Perubahan 2014 diperlukan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang berisi apa yang menjadi prioritas di DKI hingga bisa dimasukkan di APBD Perubahan.

"Ada enggak pendidikan enggak ada. Jadi sebetulnya APBD Perubahan muncul karena ada hal yang unggulan itu darimana. Unggulan sekolah itu rehab 47 persen sekolah DKI yang hancur. Darimana UPS masuk saya tanya, DPRD tidak mau mengakui kalau mereka yang masukkan karena tidak ada e-budgeting. Makanya saya tunggu APBD 2014 terbukti kan akhirnya," lanjut Ahok.

Pada KUA-PPAS 2015 Ahok mengaku tidak menyebutkan atau menganggarkan UPS. Namun DPRD DKI tiba-tiba 'menuduh' bahwa APBD dengan pengggunaan e-budgeting adalah palsu atau bodong sementara yang diklaim DPRD adalah yang asli.

"Versi DPRD ada UPS? Ada ternyata. Ya sudah mereka panggil saya maka saya demen banget supaya ketahuan nih. Jadi saya bisa buktikan," tegas Ahok.

PILIHAN:

Mahasiswi Cantik Gagalkan Perampokan di Rumahnya

Disebut Uang Saku TNI-Polri Melanggar, Ini Kata Ahok
(ysw)
Berita Terkait
Kenaikan Gaji Fantastis...
Kenaikan Gaji Fantastis DPRD DKI Disindir Warganet Ramai-Ramai
Pekan Depan Pimpinan...
Pekan Depan Pimpinan Definitif DPRD DKI Jakarta Diumumkan di Rapat Paripurna
Perumus Tatib DPRD DKI...
Perumus Tatib DPRD DKI 2024-2029 Terbentuk, Ketua Definitif Dibacakan saat Paripurna
Anak Politisi Dilantik...
Anak Politisi Dilantik Jadi Anggota DPRD Jakarta 2024-2029, Ini Nama-namanya
9 Fraksi di DPRD Jakarta...
9 Fraksi di DPRD Jakarta 2024-2029 Lengkap dengan Pimpinan dan Anggotanya
Tegaskan Tak Ada Kenaikan...
Tegaskan Tak Ada Kenaikan Gaji, Ketua DPRD DKI Sindir 1 Parpol Tak Miliki Etika
Berita Terkini
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
22 menit yang lalu
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
1 jam yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
3 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
4 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
4 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved