DPRD DKI Tak Setuju Ahok Beri Uang Saku kepada TNI-Polri
Selasa, 28 Juli 2015 - 16:48 WIB
DPRD DKI Tak Setuju Ahok Beri Uang Saku kepada TNI-Polri
A
A
A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait pemberian uang saku kepada TNI-Polri. Karena, pemberian uang intensif itu cenderung akan melanggar peraturan.
"Lebih baik masukin ke dana hibah. Saya cenderung relatif tidak setuju (pemberian uang saku). Karena itu lebih akan melanggar aturan," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015).
Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, hibah kepada instansi tersebut juga harus sesuai aturan. Jangan sampai, kata dia, niat baik malah berujung sengsara.
"Saya kasih contoh misalnya hibah untuk Kodam kan untuk beresin Kali Ciliwung, itu kan kali pemerintah pusat dan pemda tidak bisa sentuh. Tapi kalau tidak diberesin kan akan banjir, maka kami minta bantuan Kodam, seperti itu misalnya," tukasnya.
Dengan hibah juga, Taufik mengungkapkan, tidak ada anggaran yang ganda. Karena sudah ada data anggota yang membantu DKI dalam pengamanan.
"Saya khawatir kalau dikasih harga jadinya transportasi dan uang makan. Itu menurut saya double budget. Sebaiknya dimasukan ke hibah itu," pungkasnya.
PILIHAN:
Ahok Berencana Beri Uang Saku untuk TNI-Polri
Soal Uang Saku TNI-Polri, Ahok: Sudah Ada Pergub
Kata Ahok, Anak Jakarta Kuper
"Lebih baik masukin ke dana hibah. Saya cenderung relatif tidak setuju (pemberian uang saku). Karena itu lebih akan melanggar aturan," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015).
Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, hibah kepada instansi tersebut juga harus sesuai aturan. Jangan sampai, kata dia, niat baik malah berujung sengsara.
"Saya kasih contoh misalnya hibah untuk Kodam kan untuk beresin Kali Ciliwung, itu kan kali pemerintah pusat dan pemda tidak bisa sentuh. Tapi kalau tidak diberesin kan akan banjir, maka kami minta bantuan Kodam, seperti itu misalnya," tukasnya.
Dengan hibah juga, Taufik mengungkapkan, tidak ada anggaran yang ganda. Karena sudah ada data anggota yang membantu DKI dalam pengamanan.
"Saya khawatir kalau dikasih harga jadinya transportasi dan uang makan. Itu menurut saya double budget. Sebaiknya dimasukan ke hibah itu," pungkasnya.
PILIHAN:
Ahok Berencana Beri Uang Saku untuk TNI-Polri
Soal Uang Saku TNI-Polri, Ahok: Sudah Ada Pergub
Kata Ahok, Anak Jakarta Kuper
(mhd)