Petugas Gagalkan Pengoplosan Daging Sapi dan Babi di Yogya

Rabu, 08 Juli 2015 - 14:12 WIB
Petugas Gagalkan Pengoplosan...
Petugas Gagalkan Pengoplosan Daging Sapi dan Babi di Yogya
A A A
YOGYAKARTA - Petugas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta menggagalkan upaya pengoplosan daging sapi dan celeng di salah satu pasar tradisional. Ini terungkap dalam razia yang dilakukan, Rabu (8/7/2015).

Kasie Bimbingan Usaha Budidaya Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Alladrya menjelaskan, pihaknya menyita 5 kilogram daging babi milik pedagang di salah satu pasar tradisional. Namun, pedagang langsung melarikan diri ketika mengetahui ada pengawasan. Daging itu diduga hendak digiling bersama daging sapi untuk dijadikan bakso.

Ia menyebut, temuan serupa juga terjadi tahun lalu. Bedanya, tahun lalu pedagang bukan mengoplos daging sapi dan daging babi dengan digiling, melainkan dicampur dalam kondisi utuh.

"Ini biasanya terjadi karena daging babi harganya lebih murah, sehingga pedagang yang nakal ingin mencari untung lebih," terangnya.

Kepala Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Suyana mengungkapkan, pengawasan terhadap peredaran daging terus diintensifkan di pasar tradisional. Tim disebar di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo, Pathuk, Kranggan, dan Lempuyangan.

Hasilnya, petugas masih menemukan adanya kecurangn. Dengan begitu petugas akan terus menyasar seluruh pasar tradisional yang menjajakan daging ayam maupun sapi. Pengawasan akan ditingkatkan hingga 14 Juli atau dua hari jelang Lebaran.

Pihaknya juga akan mengawasi peredaran daging di toko modern seperti minimarket dan supermarket. Ia menambahkan, sepekan jelang Lebaran biasanya diikuti oleh melonjaknya permintaan daging. Periode ini menjadi masa rawan terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh oknum pedagang nakal.

"Bisa mengoplos daging sapi dengan daging babi, menjual daging gelonggongan maupun ayam mati kemarin atau tiren. Masyarakat harus semakin waspada," tandasnya.

Kepala Bidang Pertanian Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Benny Nurhantoro berharap ada sanksi sosial dari sesama pedagang jika ada rekannya yang bertindak curang. Bahkan, ia berharap Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) turut ambil bagian untuk mengatasi kecurangan ini.
(zik)
Berita Terkait
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Harga Naik, Permintaan...
Harga Naik, Permintaan Daging Sapi di Bandung Turun
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Kenapa Daging Sapi Australia...
Kenapa Daging Sapi Australia Memiliki Kualitas Terbaik? Ini Alasannya
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
4 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
4 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
4 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
6 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
7 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved