Isu Tawuran Antarsopir Beredar, Sopir Uber Taksi Takut Beroperasi

Selasa, 07 Juli 2015 - 23:40 WIB
Isu Tawuran Antarsopir...
Isu Tawuran Antarsopir Beredar, Sopir Uber Taksi Takut Beroperasi
A A A
JAKARTA - Ratusan sopir Uber Taksi mengaku ketakutan untuk beroperasi di Jakarta. Pasalnya, beredar isu akan terjadi tawuran antara sopir taksi bila Uber Taksi tetap beroperasi di Ibu Kota.

Selain itu ketakutan para sopir Uber taksi juga dikarenakan kekhawatiran ditangkap petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI jakarta karena dianggap telah menyalahi aturan UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya.

Ketua Umum Koperasi Jasa Trans Utama Haryanto Mangundiharjo mengatakan, terdapat permasalahan yang tengah melanda sopir Uber Taksi khususnya di Jakarta karena adanya isu tawuran dengan sopir taksi lain bila Uber tetap beroperasi.

"Anggota koperasi yang tergabung dengan Uber (taksi) ada 830, tapi yang aktif sekarang ada 600. Ada penurunan ini disebabkan adanya ketakutan tentang isu tawuran, seperti yang terjadi di Perancis. Takut di tangkap juga sama Dishub," ujar Haryanto saat konfrensi pers di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).

Maka itu, Haryanto pun meminta pada pemerintah untuk segera membuat regulasi undang-undang yang mengatur aplikasi internet, seperti Go-jek dan Uber itu. Pasalnya, Haryanto memprediksi, aplikasi-aplikasi itu akan terus berkembang dan akan muncul aplikasi baru serupa.

Hary menjelaskan, anggota koperasi yang memiliki mobil dan tergabung dengan Uber itu telah mendapatkan seleksi untuk menjadi anggota Uber. Seleksi itu pun dilakukan untuk menghindari adanya tindak kejahatan yang terjadi di antara sopir dengan penumpangnya.

Menurut Haryanto, dengan adanya aplikasi Uber itu, pemilik rental mobil dan para driver mobil rental menjadi lebih aman. Pasalnya, bisnis rental mobil itu dikenal rawan terjadinya tindak kriminalitas, seperti perampokan.

International Launcer N Acting GM Uber Jakarta Alan Jiang menambahkan, aplikasi Uber merupakan aplikasi yang menghubungkan konsumen dengan kendaraan. Konsumen dapat memesan kendaraannya dan membayar ongkos kendaraan tersebut melalui kartu kredit. Hanya saja, untuk memesan kendaraan itu, konsumen terlebuh dahulu menjadi member uber.

"Pesan kendaraan kurang dari 10 menit, sudah langsung dapat. Apabila mendapatkan servis buruk, bisa langsung membuat feedback penilaiannya. Sehingga, tindakan yang tidak diinginkan pun dapat dihindari, sebab konsumen tahu ini penilaiannya seperti apa," tuturnya.

Dia pun menegaskan, kalau Uber tidaklah menyalahi aturan hukum yang berlaku di Indonesia ini. Sebab, Uber selalu membayar pajak secara rutin. Bahkan, Uber pun menyediakan asuransi pada penumpang dan pengemudinya demi kenyamanan dan keamanan bersama.

"Uber tersebar di 58 Negara dan 388 kota. Dan uber bayar pajak. Namun demikian, kami akan mengikuti aturan-aturan yang berlaku disini. Kami pun tengah mengurusi perizinan lainnya agar bisa tetap berjalan," tutupnya.
(whb)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Dishub Sulsel Larang...
Dishub Sulsel Larang Angkutan Umum Tak Layak Beroperasi
Berita Terkini
Bentrokan Berdarah di...
Bentrokan Berdarah di Adonara NTT, Menteri HAM Kerahkan Tim Dorong Penyelesaian lewat Budaya
26 menit yang lalu
Resmi! Aset Tirta Bhagasasi...
Resmi! Aset Tirta Bhagasasi Mulai Dialihkan, Layanan Air Bersih Bekasi Bakal Berubah
52 menit yang lalu
Pelaku Penganiayaan...
Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bekasi Ditangkap
1 jam yang lalu
3 Orang Tewas dan 20...
3 Orang Tewas dan 20 Rumah Ludes Terbakar Akibat Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT
1 jam yang lalu
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
1 jam yang lalu
39 Titik Kekeringan...
39 Titik Kekeringan di Kabupaten Bekasi, Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih
2 jam yang lalu
Infografis
Takut Rusia, Negara-negara...
Takut Rusia, Negara-negara NATO Mundur dari Perjanjian Ranjau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved