10 Mayat dan 22 Potongan Tubuh Korban Hercules Dipindahkan
Selasa, 07 Juli 2015 - 19:35 WIB
10 Mayat dan 22 Potongan Tubuh Korban Hercules Dipindahkan
A
A
A
MEDAN - Pihak Disaster Victim Identificaton (DVI) Polda Sumatera Utara, hari ini memindahkan 10 kantung jenazah utuh dan 22 body part atau potongan tubuh manusia korban kecelakaan hercules C-130 ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan.
Pemindahan itu dilakukan guna memudahkan petugas dalam melakukan penyelidikan sambil menunggu hasil tes DNA dari Labfor Mabes Polri. Pemindahan dilakukan dengan menggunakan truk.
Tampak, ke-10 jenazah utuh yang tak dikenal, beserta 22 kantung jenazah berisi potongan tubuh yang sudah disimpan di dalam container refrigerator atau kontainer pendingin diangkut dari Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik ke RS Bhayangkara Medan.
Proses pemindahan cukup berjalan lambat mengingat kontainer tempat menyimpan jenazah yang besar dan areal RS Bhayangkara yang relatif sempit. Pemindahan itu juga dilakukan menyusul ditutupnya Posko Antemortem DVI Polri di RS Adam Malik Medan.
"Pemindahan menyusul ditutupnya secara resmi Posko Antemortem DVI Polri, sehingga seluruh proses identifikasi telah dipindahkan ke RS Bhayangkara," kata Kepala RS Bhayangkara Medan Kombes Pol Didiet Setioboedi, Selasa (7/7/2015).
Untuk mengetahui hasil proses identifikasi, pihak DVI juga masih menunggu hasil tes DNA yang dilakukan Mabes Polri yang akan keluar dalam waktu 25 hari sejak diserahkan beberapa waktu lalu.
Seluruh jenazah dan potongan tubuh korban pesawat Hercules C-130, sengaja ditempatkan di dalam container pendingin bersuhu minus 25 derajat celcius karena kondisinya sudah membusuk.
Pemindahan itu dilakukan guna memudahkan petugas dalam melakukan penyelidikan sambil menunggu hasil tes DNA dari Labfor Mabes Polri. Pemindahan dilakukan dengan menggunakan truk.
Tampak, ke-10 jenazah utuh yang tak dikenal, beserta 22 kantung jenazah berisi potongan tubuh yang sudah disimpan di dalam container refrigerator atau kontainer pendingin diangkut dari Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik ke RS Bhayangkara Medan.
Proses pemindahan cukup berjalan lambat mengingat kontainer tempat menyimpan jenazah yang besar dan areal RS Bhayangkara yang relatif sempit. Pemindahan itu juga dilakukan menyusul ditutupnya Posko Antemortem DVI Polri di RS Adam Malik Medan.
"Pemindahan menyusul ditutupnya secara resmi Posko Antemortem DVI Polri, sehingga seluruh proses identifikasi telah dipindahkan ke RS Bhayangkara," kata Kepala RS Bhayangkara Medan Kombes Pol Didiet Setioboedi, Selasa (7/7/2015).
Untuk mengetahui hasil proses identifikasi, pihak DVI juga masih menunggu hasil tes DNA yang dilakukan Mabes Polri yang akan keluar dalam waktu 25 hari sejak diserahkan beberapa waktu lalu.
Seluruh jenazah dan potongan tubuh korban pesawat Hercules C-130, sengaja ditempatkan di dalam container pendingin bersuhu minus 25 derajat celcius karena kondisinya sudah membusuk.
(san)