Diduga Larang SOTR, Ratusan Santri Geruduk Kantor Bima Arya

Minggu, 05 Juli 2015 - 18:16 WIB
Diduga Larang SOTR,...
Diduga Larang SOTR, Ratusan Santri Geruduk Kantor Bima Arya
A A A
BOGOR - Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren menggelar aksi protes di Balai Kota Bogor Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor dini hari pagi. Mereka memprotes kebijakan Wali Kota Bima Arya yang diduga melarang masyarakat memberikan makan sahur bagi kaum duafa di jalanan atau Sahur on The Road (SOTR).

Para santri menilai sikap Bima Arya tidak mencerminkan jiwa sosial dan saling membantu antarsesama, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Sehingga kebijakan tersebut ditentang kalangan ulama dan santri sejumlah pondok pesantren di Kota Bogor.

Ratusan santri yang berasal dari beberapa pondok pesantren itu memadati depan pintu gerbang masuk Balai Kota Bogor, tepatnya di Jalan Ir. H. Djuanda sekira pukul 03.00 WIB. Sambil memainkan gas kendaraan dan membunyikan klakson kendaraan bermotor.

Mereka meminta Bima Arya mengklarifikasi maksud dari larangan tersebut. Bima yang saat itu usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu tempat hiburan malam, langsung disambangi oleh para pimpinan dari pondok pesantren.

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, saat itu juga Bima mengakomodir mereka dan menyambut perwakilan pimpinan santri ini dengan melakukan pertemuan tertutup di sebuah ruangan di Gedung Balai Kota Bogor.

Mereka membicarakan soal pelarangan SOTR yang menurut para santri tidak tepat. Sekitar 20 menit, akhirnya Bima dan pimpinan santri keluar ruangan.

"Dalam pertemuan tadi kita mempertanyakan soal larangan tersebut. Saya tegaskan SOTR ini bagian dari ibadah, kita berbagi antar sesama di bulan Ramadan ini dengan sasaran yang tepat dan tertib lalu lintas," kata Mahdi bin Hamzah Assegaf salah seorang pimpinan santri usai pertemuan, Minggu (5/7/2015).

Sementara, Bima menuturkan tidak melarang siapapun untuk beribadah, yang penting dilakukan dengan cara yang tertib dan tepat sasaran. Dia juga mengimbau kepada para santri untuk tidak membawa anak di bawah umur untuk mengikuti SOTR.

Sebab, banyak dari rombongan santri yang SOTR masih di bawah umur dan tidak menggunakan helm. "Kita tampilkan wajah islam yang ramah dan sama-sama perangi maksiat di Kota Bogor," tandasnya.
(whb)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Berita Terkini
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
59 menit yang lalu
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
1 jam yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
3 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
4 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
4 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
4 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved