Baru Nikah, Pilot Hercules Pamit Melalui Pesan BBM ke Istrinya
Selasa, 30 Juni 2015 - 19:14 WIB
Baru Nikah, Pilot Hercules Pamit Melalui Pesan BBM ke Istrinya
A
A
A
YOGYAKARTA - Sempat merasa tak percaya, Dewi Wulandari istri dari Co Pilot Pesawat Hercules Lettu Pnb Pandu Setiawan yang jatuh di Medan, Selasa (30/6/2015) hanya bisa pasrah menunggu kepastian kabar.
Berita yang tayang di layar televisi yang dilihatnya bersama keluarga di rumah duka, menjadi salah satu informasi kemajuan dari kecelakaan pesawat nahas tersebut.
Dewi Wulandari, baru menikah dengan Lettu Pnb Pandu Setiawan pada 25 April 2015 lalu. Sejak itu, pertemuannya dengan suaminya pun bisa dihitung dengan jari.
Pandu sendiri bertugas sebagai penerbang yang berindah-pindah dinasnya. Sementara, dia belum bisa mendampingi suaminya karena masih disibukkan dengan bekerja di salah satu Apotek di Sleman.
"Selama ini kita memang jarak jauh. Ketemu terakhir saat awal puasa lalu, Jumat 19 Juni, Sabtu 20 Juni dan Minggu 21 Juni," kata Dewi, ditemui Selasa (30/6/2015) di rumah duka, Dusun Patukan Rt 04/21, Ambarketawang, Gamping, Sleman.
Hampir setiap malam pun, dia berkomunikasi dengan suaminya melalui telepon. Akan tetapi, baru pada Senin 2 9 Juni, Pandu tak meneleponnya.
"Biasanya telepon, tapi (Senin) malam kemarin tidak. Hanya mengirim BBM (Black Berry Mesenger) saja. Kalau bilang, 'bunda, mas mau tidur dulu ya'," katanya.
Setelah itu, tak ada kabar lagi yang dia terima lalu Selasa (30/6) siang kemarin, saat dirinya ke pasar untuk berbelanja, diminta untuk pulang terlebih dahulu ke rumah. "Saya diminta pulang untuk ke rumah, belum dikasih tahu kabar," tuturnya.
Dia mengaku, hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan ini. Profesi sebagai pilot, merupakan pilihan dari suaminya sendiri saat masih duduk di bangku sekolah.
"Memang cita-citanya ingin menjadi pilot. Kata Mas Pandu, jodoh dan mati itu sudah di tangan Tuhan," tuturnya.
Dia hanya bisa mengenang saja, suami yang dicintainya tersebut. Yang merupakan sosok pria pendiam, serta selalu memikirkan kebahagiaan keluarga besarnya.
"Sosok pribadi yang pendiam, dan selalu ingin membahagiakan keluarga. Mas Pandu, itu perhatian. Sebelum kejadian ini, juga saya tidak mempunyai firasat apa-apa," ujarnya.
Pesawat Hercules milik TNI AU, dikabarkan jatuh di Kelurahan Simaingkir B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Selasa (30/6/2015) siang.
Co pilot dari pesawat nahas tersebut merupakan Lettu Pnb Pandu Setiawan, warga dari Dusun Patukan, Ambarketawang, Gamping, Sleman.
Pria yang baru berusia 26 tahun tersebut, merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) Adisutjipto, Yogyakarta pada 2011 silam.
Baik keluarga besar maupun warga setempat pun sudah berlalu lalang di rumah duka, dan melakukan doa bersama.
"Tadi memang melihat di tv, ada berita pesawat kecelakaan, salah satunya yang di sana Pandu Setiawan," kata mertua dari Pandu, Hartoyo.
Saat ini, pihak keluarga besar pun masih menunggu kepastian dari kabar tersebut. Untuk segera menentukan langkah selanjutnya, apakah akan menjemput korban atau tidak. "Kaget juga, kita belum mendapatkan kabar mengenai kondisi Pandu," timpalnya.
Berita yang tayang di layar televisi yang dilihatnya bersama keluarga di rumah duka, menjadi salah satu informasi kemajuan dari kecelakaan pesawat nahas tersebut.
Dewi Wulandari, baru menikah dengan Lettu Pnb Pandu Setiawan pada 25 April 2015 lalu. Sejak itu, pertemuannya dengan suaminya pun bisa dihitung dengan jari.
Pandu sendiri bertugas sebagai penerbang yang berindah-pindah dinasnya. Sementara, dia belum bisa mendampingi suaminya karena masih disibukkan dengan bekerja di salah satu Apotek di Sleman.
"Selama ini kita memang jarak jauh. Ketemu terakhir saat awal puasa lalu, Jumat 19 Juni, Sabtu 20 Juni dan Minggu 21 Juni," kata Dewi, ditemui Selasa (30/6/2015) di rumah duka, Dusun Patukan Rt 04/21, Ambarketawang, Gamping, Sleman.
Hampir setiap malam pun, dia berkomunikasi dengan suaminya melalui telepon. Akan tetapi, baru pada Senin 2 9 Juni, Pandu tak meneleponnya.
"Biasanya telepon, tapi (Senin) malam kemarin tidak. Hanya mengirim BBM (Black Berry Mesenger) saja. Kalau bilang, 'bunda, mas mau tidur dulu ya'," katanya.
Setelah itu, tak ada kabar lagi yang dia terima lalu Selasa (30/6) siang kemarin, saat dirinya ke pasar untuk berbelanja, diminta untuk pulang terlebih dahulu ke rumah. "Saya diminta pulang untuk ke rumah, belum dikasih tahu kabar," tuturnya.
Dia mengaku, hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan ini. Profesi sebagai pilot, merupakan pilihan dari suaminya sendiri saat masih duduk di bangku sekolah.
"Memang cita-citanya ingin menjadi pilot. Kata Mas Pandu, jodoh dan mati itu sudah di tangan Tuhan," tuturnya.
Dia hanya bisa mengenang saja, suami yang dicintainya tersebut. Yang merupakan sosok pria pendiam, serta selalu memikirkan kebahagiaan keluarga besarnya.
"Sosok pribadi yang pendiam, dan selalu ingin membahagiakan keluarga. Mas Pandu, itu perhatian. Sebelum kejadian ini, juga saya tidak mempunyai firasat apa-apa," ujarnya.
Pesawat Hercules milik TNI AU, dikabarkan jatuh di Kelurahan Simaingkir B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Selasa (30/6/2015) siang.
Co pilot dari pesawat nahas tersebut merupakan Lettu Pnb Pandu Setiawan, warga dari Dusun Patukan, Ambarketawang, Gamping, Sleman.
Pria yang baru berusia 26 tahun tersebut, merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) Adisutjipto, Yogyakarta pada 2011 silam.
Baik keluarga besar maupun warga setempat pun sudah berlalu lalang di rumah duka, dan melakukan doa bersama.
"Tadi memang melihat di tv, ada berita pesawat kecelakaan, salah satunya yang di sana Pandu Setiawan," kata mertua dari Pandu, Hartoyo.
Saat ini, pihak keluarga besar pun masih menunggu kepastian dari kabar tersebut. Untuk segera menentukan langkah selanjutnya, apakah akan menjemput korban atau tidak. "Kaget juga, kita belum mendapatkan kabar mengenai kondisi Pandu," timpalnya.
(sms)