Proyek Flyover Palur Dihentikan

Senin, 29 Juni 2015 - 11:38 WIB
Proyek Flyover Palur...
Proyek Flyover Palur Dihentikan
A A A
SUKOHARJO - Pembangunan flyover Palur akan dihentikan selama arus mudik dan balik Lebaran 2015. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kemacetan lalu lintas akibat aktivitas pekerja maupun kendaraan proyek.

Pengawas Proyek Flyover dari Pelaksana Jalan Wilayah II Jawa Tengah Satijo mengungkapkan, pihaknya berencana menghentikan pembangunan selama 21 hari agar tidak mengganggu arus mudik. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Satlantas, pekerjaan akan dihentikan H-8 atau H-10 Lebaran. “Untuk memperlancar arus lalin selama mudik dan balik Lebaran, pekerjaan off dulu sementara. Pekerjaan akan dilanjutkan kembali setelah H+10 Lebaran,” papar Satijo, kemarin.

Dia mengatakan, pelaksana proyek akan memaksimalkan sisa waktu yang tinggal beberapa hari lagi. Dengan waktu yang cukup singkat ini, lanjut Satijo, pemasangan girder atau beton penopang yang membentang dari pilar ke pilar ditargetkan sudah selesai. Girder sepanjang 40 meter itu akan dipasang pada pilar atau tiang P3-P4 dan P5-P6. “Dengan waktu yang tersisa sebelum libur, kami mengejar pemasangan girder sampai H-8 nanti. Sebelum H- 8, kami targetkan girder sudah terpasang semua,” katanya.

Lebih lanjut Satijo menyampaikan, untuk pemasangan girder pada tiang P4-P5, baru akan dilaksanakan setelah H+10 Lebaran. Pemasangan dilakukan usai hari raya karena melintang di atas rel sehingga harus berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia terkait penyesuaian jadwal kereta. Satijo menambahkan, hingga pekan lalu, progres megaproyek senilai Rp82 miliar itu sudah mencapai 69%.

Pihaknya akanmemaksimalkan tenggat waktu yang ada untuk mengejar deadline Oktober mendatang. “Kami optimistis selesai tepat waktu. Sampai kemarin mencapai 69%,” ujarnya. Ketua Paguyuban Warga Terdampak Flyover Palur Andi Tri Handoyo berharap, megaproyek pembangunan jalan layang Palur tidak molor. Warga berharap pelaksana proyek memegang janjinya menyelesaikan flyover tepat waktu. Andi menambahkan, pembebasan lahan dan pembongkaran rumah warga sudah selesai.

Untuk itu, tidak ada lagi alasan pengerjaan proyek molor. “Warga berharap proyek yang digadanggadang melancarkan arus lalu lintas dan mengamankan perjalanan kereta itu tidak terbengkalai,” ungkapnya.

Sumarno
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
30 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
44 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
54 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
59 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Protes Proyek Nimbus-Dukung...
Protes Proyek Nimbus-Dukung Palestina, Puluhan Karyawan Dipecat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved