Pesantren di Malang Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Sabtu, 27 Juni 2015 - 01:00 WIB
Pesantren di Malang...
Pesantren di Malang Rehabilitasi Pecandu Narkoba
A A A
MALANG - Pemerintah Indonesia membangun tempat rehabilitasi sosial bagi para korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat berhabaya (narkoba).

Ada tujuh provinsi penerima dana bantuan pembangunan tempat rehabilitasi korban narkoba, yakni, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur yang dibangun di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan teleconference dengan Sekda Kota Malang Cipto Wiyono, di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, mengatakan, konsep pembangunan tempat rehabilitasi sosail untuk korban narkoba di tujuh kota di Indonesia berbasis pesantren.

"Para pecandu narkoba akan mendapat pengobatan secara fisik dan spiritual," kata Khofifah, Jumat (26/6/2015).

Menurutnya, lahan yang disediakan di Ponpes Bahrul Maghfiroh seluas 1,5 hektar dan mampu menampung 200 orang. Ia menargetkan setiap tahun bisa merehabilitasi 400 orang di tempat ini. "Masa rehabilitasi selama enam bulan," ujarnya.

Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, KH Lukman Al Karim mengatakan, pihaknya siap membantu menyembuhkan para pecandu narkoba.

Model terapi yang digunakannya, ujar Lukman, menggunakan metode kedokteran dan spiritual. "Yang paling penting menyembuhkan mental para pecandu narkoba lebih dulu," katanya.

Ponpes Bahrul Maghfiroh, kata Lukman, selama ini juga sudah menjadi tempat rehabilitasi bagi para pencandu narkoba. Setiap tahun rata-rata ada 50-100 pecandu narkoba yang berhasil disembuhkan.

Menurutnya, para pecandu narkoba akan dibikin lapar terlebih dulu. Selanjutnya mereka dilayani makanan yang sudah diberi doa-doa.

Hal ini, kata Lukman, untuk merenovasi mentalnya. Sedangkan secara fisik juga akan disediakan tukang pijat. "Mereka juga kami beri minum air degan (kelapa muda) untuk menghilangkan racun di tubuhnya," ujar Lukman.
(nag)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
1 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
2 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
3 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
5 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
5 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved