Tolak PHK Massal, Ratusan Buruh PT Nanindah Batam Buat Kuburan

Kamis, 25 Juni 2015 - 15:10 WIB
Tolak PHK Massal, Ratusan...
Tolak PHK Massal, Ratusan Buruh PT Nanindah Batam Buat Kuburan
A A A
BATAM - Ratusan buruh PT Nanindah Mutiara Shipyard Tanjung Uncang, menggelar aksi mogok kerja di halaman perusahaan, Kamis (25/6/2015).

Aksi mogok mereka lakukan demi menentang rencana perusahaan yang akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Massal.

Buruh yang menggelar aksi mogok kerja memblokade jalan menuju perusahaan. Penolakan buruh terhadap kebijakan perusahaan ditandai dengan protes yang unik.

Buruh melampiaskan protesnya dengan membuat ruas jalan menjadi makam. Semua helm buruh dijadikan tempat peletak simbol nisan dengan bertuliskan 'korban PHK', kemudian buruh juga membuat satu keranda mayat yang diletakkan di depan jejeran nisan.

Salah seorang buruh Edo mengatakan, buruh menolak PHK massal yang akan dilakukan perusahaan. Mareka juga menuding pihak perusahaan tidak menginginkan adanya serikat di di dalam perusahaan.

Buruh yang akan kena PHK massal itu kebanyakan dari anggota dan pengurus serikat pekerja FSPMI Batam. Dia menuturkan akan tetap menggelar aksi mogok kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi sampai perusahaan mengurungkan niatnya.

"Perusahaan mau adakan PHK massal. Kami (buruh) menolaknya. Kami akan terus melakukan aksi ini, sampai permintaan kami di penuhi," kata Edo.

Ketua Advokasi SPPJM FSPMI PT Nanindah Mutiara Shipyard Parulian Mungkur mengatakan, aksi para pekerja tidak akan mengganggu para pekerja lain yang ingin bekerja.

Pihaknya menolak dengan rencana perusahaan yang akan melakukan PHK massal. "Kita menolak rencana perusahaan. Pekerja lain yang ingin bekerja dipersilahkan, meski kita memblokade jalan," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Komisaris Drdocks World Nanindah Andi Bakhtiar Lebopatingewa mengatakan, masalah ini sedang proses penyelesaian pembayaran hak-hak buruh yang akan dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Dia mengaku perusahaannya telah menjalankan aturan yang berlaku sesaui prosedur pemerintah, tapi buruh belum mau menerimanya.

Dikatakannya, pihaknya dengan buruh telah mengadakan beberapa kali tawar menawar masalah uang kebijakannya hingga saat ini belum ada kesepakatan.

"Kita sudah mencoba proses pembayaran hak mereka sesuai dengan prosedur pemerintah. Mereka belum terima, mereka mengajukan dengan keinginan mereka. Saat ini masih tahap penyelesaian. Sudah ada tawar-menawar," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Teknologi Ini Diklaim...
Teknologi Ini Diklaim Mampu Cegah PHK Massal di Industri Startup
Samsung Gelar PHK Massal,...
Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam
Ngamuk Rekannya Kena...
Ngamuk Rekannya Kena PHK, Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
15 menit yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
2 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
9 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
10 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
11 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved