Tak Masuk UU, Ahok Nilai Profesi Ojek Bisa Membantu
Rabu, 24 Juni 2015 - 10:32 WIB
Tak Masuk UU, Ahok Nilai Profesi Ojek Bisa Membantu
A
A
A
JAKARTA - Walaupun ojek tidak masuk dalam Undang-undang (UU) sebagai angkutan umum tetapi profesi itu bisa membantu banyak orang. Apalagi, saat ini ojek bisa lebih terkoordinir dalam satu wadah yang dikelola dengan baik seperti Go-Jek dan Grab Bike.
"Bagi saya ojek itu salah satu cara untuk menolong orang kalau di PHK (pemutusan hubungan kerja). Saya punya beberapa teman ojek yang mereka di PHK akhirnya jadi ojek," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, rabu (24/6/2015).
Bergabungnya tukang ojek ke salah satu wadah, kata Ahok, maka dampak negatif dari 'mangkal' tidak akan terjadi. Karena, mereka sudah masuk dan dikelola secara baik.
"Kalau ojek kerjanya hanya menunggu penumpang saja lama-lama bisa jadi kriminal juga. Dengan Go-Jek kan jelas harga sudah ditentuin, jadi dia tidak bisa asal nembak," katanya.
Selain itu, sambung Ahok, bagi tukang ojek yang hendak bergabung ke Go-Jek ataupun Grab Bike akan melalui beberapa tahap, seperti psikotes.
"Yang mau masuk juga udah dites psikotes segala macam. Kami bisa kontrol sopirnya juga lagi dimana. Jadi penumpang aman dan mereka bisa menolong kita juga. Buat ojeknya juga untung jadi mereka tidak perlu tunggu lama bangat," tukasnya.
PILIHAN:
Ahok Dukung Gojek, Organda DKI Sewot
Ahok Berencana Jadikan Ojek Sebagai Feeder Transportasi
"Bagi saya ojek itu salah satu cara untuk menolong orang kalau di PHK (pemutusan hubungan kerja). Saya punya beberapa teman ojek yang mereka di PHK akhirnya jadi ojek," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, rabu (24/6/2015).
Bergabungnya tukang ojek ke salah satu wadah, kata Ahok, maka dampak negatif dari 'mangkal' tidak akan terjadi. Karena, mereka sudah masuk dan dikelola secara baik.
"Kalau ojek kerjanya hanya menunggu penumpang saja lama-lama bisa jadi kriminal juga. Dengan Go-Jek kan jelas harga sudah ditentuin, jadi dia tidak bisa asal nembak," katanya.
Selain itu, sambung Ahok, bagi tukang ojek yang hendak bergabung ke Go-Jek ataupun Grab Bike akan melalui beberapa tahap, seperti psikotes.
"Yang mau masuk juga udah dites psikotes segala macam. Kami bisa kontrol sopirnya juga lagi dimana. Jadi penumpang aman dan mereka bisa menolong kita juga. Buat ojeknya juga untung jadi mereka tidak perlu tunggu lama bangat," tukasnya.
PILIHAN:
Ahok Dukung Gojek, Organda DKI Sewot
Ahok Berencana Jadikan Ojek Sebagai Feeder Transportasi
(mhd)