ADD Tak Kunjung Cair, Kades di Blitar Ancam Boikot Pilkada

Selasa, 23 Juni 2015 - 11:12 WIB
ADD Tak Kunjung Cair,...
ADD Tak Kunjung Cair, Kades di Blitar Ancam Boikot Pilkada
A A A
BLITAR - Kepala desa dan perangkatnya se-Kabupaten Blitar mengancam memboikot seluruh pembayaran pajak tahun 2015 ke pemerintah.

Sebanyak 220 kades dan perangkat juga bersepakat memboikot pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (APD) Nurkhamim menegaskan bahwa boikot adalah jawaban atas sikap pemerintah Kabupaten Blitar yang mempermainkan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).

"Kita sudah dipermainkan oleh Pemkab Blitar. ADD itu sudah ada tapi pencairanya sengaja ditunda-tunda. Kita sepakat bersama sama boikot pajak dan Pilkada, " ujar Nurkhamim yang juga Kepala Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Selasa 23 Juni 2015.

Setiap desa sudah mengikuti apa yang menjadi arahan Pemkab Blitar. Kades dan perangkat sudah menyusun APBDes sebagai syarat mutlak penerimaan ADD termin pertama Rp 520 juta per desa.

Peincianya, 50 persen dana untuk penghasilan tetap (siltap) kades dan perangkat, dan selebihnya untuk program pembangunan di desa.

Namun faktanya, finalisasi penyusunan APBDes kata Nurkhamim sengaja dibuat tidak mulus. Empat kali APBDes diubah tanpa alasan yang jelas. Pejabat terkait berdalih ada perubahan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tekhnis.

"Padahal kita menyusun itu didampingi dan sudah sesuai petunjuk. Yang kurang benar letaknya dimana tidak dijelaskan, " keluh Nurkhamim.

Kades melihat ada ketidaksinkronan antara satu lembaga dengan lembaga terkait lainya. APBDes yang dianggap benar di tingkat Bapemas, kata Nurkhamim bisa dinilai keliru di tingkat inspektorat dan hukum.

Begitu juga dengan tim verifikator di tingkat kecamatan. Untuk model draft susunan APBDes yang semuanya sama, ada camat yang bersedia memberikan verifikasi dan ada yang tidak.

"Kita tahu dana ADD sudah ada di rekening DPKAD. Namun sekda yang sepertinya sengaja tidak mau mencairkan, " tuding Nurkhamim.

APD Kabupaten Blitar melihat ADD bisa cair di daerah lain dengan dengan pola penyusunan dan ketentuan yang sama. Dicontohkan Kabupaten Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Gresik, Jombang dan Jember.

Kepala daerah di enam daerah tingkat II tersebut, kata Nurkhamim berani melakukan diskresi untuk pencairan ADD.

"Bupati daerah lain itu berani mengeluarkan peraturan bupati sebagai solusi. Sementara Bupati Blitar sepertinya tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk itu, "cibirnya.

Nurkhamim curiga pemkab sengaja tidak akan mencairkan ADD. Modusnya dengan diulur hingga akhir tahun. Selain memperoleh keuntungan bunga bank, ADD yang tidak cair akan menjadi Silpa yang bisa dibagikan ke setiap SKPD.

Karenanya siang ini seluruh kades dan perangkat se Kabupaten Blitar sepakat turun ke jalan. Mereka mengancam akan menduduki kantor Pemkab Blitar selama tidak ada kejelasan pencairan ADD.

"Kita sudah menyisakan dua orang perangkat per desa untuk memberikan pelayanan di desa. Selebihnya akan menduduki kantor Pemkab sampai ada kepastian pencairan ADD, " pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Anggaran Pengadaan Seragam...
Anggaran Pengadaan Seragam Baru DPRD Kota Tangerang Rp675 Juta
Penyerapan Anggaran...
Penyerapan Anggaran Daerah di Masa Pandemi Belum Sesuai Harapan
Serapan Anggaran Daerah...
Serapan Anggaran Daerah Rendah, Ekonom Usul Kepala Daerah Tidak Digaji 3 Bulan
Kemendagri Sebut ASN...
Kemendagri Sebut ASN Berperan Penting dalam Penyerapan Anggaran Daerah
Masalah Klasik Penyerapan...
Masalah Klasik Penyerapan Anggaran Daerah
Endapan Anggaran Daerah...
Endapan Anggaran Daerah di Era Pandemi
Berita Terkini
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
21 menit yang lalu
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
26 menit yang lalu
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
27 menit yang lalu
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
33 menit yang lalu
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
1 jam yang lalu
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
2 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved