Bengkel Kerja Lapas Bulu Hampir Roboh

Sabtu, 13 Juni 2015 - 04:38 WIB
Bengkel Kerja Lapas...
Bengkel Kerja Lapas Bulu Hampir Roboh
A A A
SEMARANG - Kondisi bengkel kerja (bengker) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wanita Semarang alias Lapas Bulu, mengkhawatirkan. Bangunan yang masuk kategori cagar budaya ini sudah rapuh, bahkan hampir roboh.

Akhirnya, sejak Januari lalu otoritas setempat memutuskan tak menggunakannya lagi untuk aktivitas. Kondisi ini ternyata berpengaruh besar. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setempat tak bisa lagi menggunakan bangunan itu untuk bekerja membuat aneka kerajinan. Mereka cuma bisa memanfaatkan teras-teras ataupun pelataran sekitar bangunan.

Hal itu diungkapkan Kepala Lapas Bulu Suprobowati saat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly meninjau langsung kondisi lapas, Jumat (12/6/2015).

"Saya berharap Pemda, Pak Wali (Wali Kota) bisa membantu. Karena ini cagar budaya. Anggaran kami terbatas. Nanti saya coba komunikasikan dengan Mas Ganjar (Gubernur Jateng) atau telepon langsung Pak Wali. Gedung itu sangat penting. (Kondisi ini) kurangin space kita, di sini juga tidak semangat lagi," ungkap Yasonna saat memberikan keterangan pers di Lapas Bulu Semarang, Jumat (12/6/2015) sore.

Persoalan yang terjadi, kata dia, ada di anggaran. Pihak Lapas Bulu Semarang sudah berkomunikasi dengan Pemkot Semarang, ingin mencoba merehabilitasi dengan dana yang terbatas.

Pihak Pemkot Semarang lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) ngotot agar bangunan yang direhab harus sesuai bentuk aslinya, mengingat ini adalah cagar budaya. Ini tentu membutuhkan uang yang lebih besar. Namun, sejauh ini pihak pemkot tidak menyediakan dana untuk membantu rehabilitasinya.

"Persoalan di sini juga over kapasitas," lanjut dia.

Sementara itu, Kalapas Bulu Suprobowati menjelaskan gedung itu dibangun pada tahun 1894. Artinya sudah berdiri 121 tahun.

"Saya kosongkan sejak Januari 2015. Bisa dilihat sendiri, tinggal robohnya. Padahal gedung ini sangat kami butuhkan, anak-anak nggak bisa bekerja. Kalau hujan, banjir, ya anak- anak nggak bisa kerja, di dalam kamar (sel) saja. Padahal hasil kerajinan itu sudah dibawa sampai ke Abu Dhabi, pesanan online," kata dia.

Ia menyebut anggaran pihaknya berkisar Rp1 miliar untuk renovasi gedung. Itu renovasi yang hanya berorientasi pengamanan, bukan orientasi seni alias cagar budaya. Dia menyebut hal itu sempat dikomunikasikan ke pihak Pemkot Semarang, tapi belum mendapat solusi nyata.

"Mereka inginnya harus cagar budaya (renovasi), tetapi sejauh ini tidak ada solusi membantu anggarannya. Sedangkan anggaran kami terbatas."
(zik)
Berita Terkait
Berikut Lima Kasus Kebakaran...
Berikut Lima Kasus Kebakaran Hebat Lapas di Indonesia
Lapas Tangerang Kebakaran,...
Lapas Tangerang Kebakaran, Puluhan Napi Tewas Terbakar
Lapas Brebes Over Kapasitas
Lapas Brebes Over Kapasitas
Puluhan Polisi Jaga...
Puluhan Polisi Jaga Ketat TKP Kebakaran Lapas Tangerang
Diduga Terjadi Tindak...
Diduga Terjadi Tindak Pidana pada Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa 20 Orang
Korban Tewas Kebakaran...
Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah Satu Lagi, Total 45 Orang Meninggal
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
5 jam yang lalu
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
6 jam yang lalu
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
6 jam yang lalu
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
8 jam yang lalu
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
10 jam yang lalu
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
10 jam yang lalu
Infografis
5 Jurus Prabowo Percepat...
5 Jurus Prabowo Percepat Penciptaan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved