Keterbatasan Fisik Bukan Kendala bagi Mereka

Rabu, 10 Juni 2015 - 09:09 WIB
Keterbatasan Fisik Bukan...
Keterbatasan Fisik Bukan Kendala bagi Mereka
A A A
Meskipun memiliki keterbatasan fisik, namun para peserta ujian seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) ini tak menjadikan kondisi fisiknya sebagai kendala.

Mereka pantang menyerah demi mewujudkan cita-citanya. Hanif Nauval Hafizhan bercita-cita menjadi seorang guru bahasa Jerman. Dia mulai mengenal bahasa Jerman sejak duduk di bangku SMP di Yayasan Wiyata Guna, sebuah yayasan pendidikan bagi para penyandang disabilitas di Kota Bandung. Demi cita-citanya itu, dia pun melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

“Untuk pilihan pertama saya pilih Sastra Jerman, kedua Bahasa Jepang, dan ketiga Bahasa Inggris. Semuanya saya daftar ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),” tuturnya saat ditemui KORAN SINDOdi sela-sela SBMPTN, di Kampus Institut Teknologi Bandung ( ITB), Jalan Ganeca, Kota Bandung, kemarin. Senada dengan Hanif, Latifah Mourinta Wigati juga memilih jurusan Sastra Inggris UPI pada pilihan pertamanya. Sedangkan untuk pilihan keduanya, dia memilih Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran (Unpad).

Menurut Latifah, sebelumnya dia sempat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur Bidik Misi. Namun sayang, kala itu dia gagal. Meskipun begitu, dalam SBMPTN kali ini, dia optimistis bisa menyelesaikan seluruh soal yang diujikan dengan baik. “Suatu saat nanti saya ingin jadi dosen bahasa dan ingin punya kesempatan belajar soal hukum dan psikologi,” tuturnya.

Lain halnya dengan Evin Damayanti, peserta SBMPTN yang memiliki pertumbuhan tulang kurang sempurna ini mengaku ingin menjadi seorang psikolog anak. Untuk merealisasikan keinginannya itu, dara kelahiran Serang, 11 September 1997 tak hentihentinya belajar agar bisa melanjutkan pendidikannya di jurusan Psikolog Unpad. “Dengan keterbatasan, saya ingin membantu orang lain menyelesaikan masalah mereka. Dengan menjadi psikolog, saya menjadi lebih peka dan saya juga senang mendengarkan orang lain curhat,” tuturnya.

Gadis yang mahir bermain piano dan membawakan musik klasik ini mengaku tidak ingin menyerah dengan kondisi yang dialaminya. Dengan dukungan keluarga, dia yakin bisa menjadi seorang psikolog yang mumpuni.

Anne Rufaidah
Kota Bandung
(ars)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
54 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
1 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved