Jaga Gerbang Pasifik, Visi HKL Jika Terpilih Sebagai Wali Kota Bitung
Senin, 08 Juni 2015 - 02:35 WIB
Jaga Gerbang Pasifik, Visi HKL Jika Terpilih Sebagai Wali Kota Bitung
A
A
A
BITUNG - Hendrik Kawilarang Luntung (HKL) akan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bitung periode berikutnya. HKL memiliki visi menjaga Gerbang Pasifik.
Visinya itu dipaparkan HKL saat menjalani fit and proper test di Sekretariat DPC PKPI Kota Bitung, pada pekan lalu. Dia juga akan menjadikan Kota Bitung sebagai kota megapolitan dengan infrastruktur internasional terintegrasi pertama di Indonesia. "Istilahnya mega structure project. Saya menargetkan dalam 10 tahun ini sudah tercapai," ujarnya.
Pengusaha muda ini juga berjanji jika dipilih rakyat Bitung menjadi wali kota, akan mengajak rekan-rekan industrialis Indonesia untuk berinvestasi di Kota Belitung. Termasuk mengajak CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo.
Menurutnya, untuk membangun Kota Bitung butuh pemimpin dengan jejaring level internasional. "Kalau saya dipercaya rakyat Bitung memimpin, bukan takabur, saya akan berusaha menyalip Jakarta. Bahkan bisa lebih baik lagi," janji lulusan Cume Laude dari Australian National University ini.
Menurut HKL, Bitung memiliki potensi pemasukan yang sangat besar. Salah satu contohnya Pelabuhan Bitung. Jika terpilih sebagai wali kota, Pelabuhan Bitung harus bisa merebut 8 juta TEUs (satuan arus peti kemas masuk pelabuhan) per tahun.
Selain itu, dengan perkembangan APEC, di mana Bitung masuk jalur laut AKLI 3 yang akan mendorong kemajuan kota ini, maka multiplier effect-nya akan memajukan Indonesia Timur secara keseluruhan. "Bitung bisa memanfaatkan pembangunan listrik tambahan dengan menggunakan batu bara atau menarik pipa gas dari Matindok Sulteng sebagai pelengkap kawasan Industri. Nantinya industri di Kota Bitung bisa memanfaatkan bahan baku dari sumber daya alam Maluku, Papua, Sulteng maupun Kalimantan," ujar HKL meyakinkan.
Muda, cerdas, visioner dan ulet merupakan tipikal Rully, begitu sapaan akrab Hendrik Kawilarang Luntungan. Anak dari Pasangan Hengkie Luntungan dan Betsy Longdong ini merupakan pengusaha muda, CEO Indonesia Steel Group. Perusahaan itu merupakan pabrik pipa baja minyak pertama di Asia Tenggara yang dia dirikan bersama Bambang Trihatmodjo, putra Presiden RI ke-2 Soeharto. Kini Rully sedang menyelesaikan pendirian pabrik pipa baja minyak kedua, dengan investasi proyek USD400 juta.
Visinya itu dipaparkan HKL saat menjalani fit and proper test di Sekretariat DPC PKPI Kota Bitung, pada pekan lalu. Dia juga akan menjadikan Kota Bitung sebagai kota megapolitan dengan infrastruktur internasional terintegrasi pertama di Indonesia. "Istilahnya mega structure project. Saya menargetkan dalam 10 tahun ini sudah tercapai," ujarnya.
Pengusaha muda ini juga berjanji jika dipilih rakyat Bitung menjadi wali kota, akan mengajak rekan-rekan industrialis Indonesia untuk berinvestasi di Kota Belitung. Termasuk mengajak CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo.
Menurutnya, untuk membangun Kota Bitung butuh pemimpin dengan jejaring level internasional. "Kalau saya dipercaya rakyat Bitung memimpin, bukan takabur, saya akan berusaha menyalip Jakarta. Bahkan bisa lebih baik lagi," janji lulusan Cume Laude dari Australian National University ini.
Menurut HKL, Bitung memiliki potensi pemasukan yang sangat besar. Salah satu contohnya Pelabuhan Bitung. Jika terpilih sebagai wali kota, Pelabuhan Bitung harus bisa merebut 8 juta TEUs (satuan arus peti kemas masuk pelabuhan) per tahun.
Selain itu, dengan perkembangan APEC, di mana Bitung masuk jalur laut AKLI 3 yang akan mendorong kemajuan kota ini, maka multiplier effect-nya akan memajukan Indonesia Timur secara keseluruhan. "Bitung bisa memanfaatkan pembangunan listrik tambahan dengan menggunakan batu bara atau menarik pipa gas dari Matindok Sulteng sebagai pelengkap kawasan Industri. Nantinya industri di Kota Bitung bisa memanfaatkan bahan baku dari sumber daya alam Maluku, Papua, Sulteng maupun Kalimantan," ujar HKL meyakinkan.
Muda, cerdas, visioner dan ulet merupakan tipikal Rully, begitu sapaan akrab Hendrik Kawilarang Luntungan. Anak dari Pasangan Hengkie Luntungan dan Betsy Longdong ini merupakan pengusaha muda, CEO Indonesia Steel Group. Perusahaan itu merupakan pabrik pipa baja minyak pertama di Asia Tenggara yang dia dirikan bersama Bambang Trihatmodjo, putra Presiden RI ke-2 Soeharto. Kini Rully sedang menyelesaikan pendirian pabrik pipa baja minyak kedua, dengan investasi proyek USD400 juta.
(hyk)