Kapal Terbakar, 25 Turis Luka Bakar dan Patah Tulang
Sabtu, 06 Juni 2015 - 01:00 WIB
Kapal Terbakar, 25 Turis Luka Bakar dan Patah Tulang
A
A
A
MATARAM - Kapal cepat Wahana Gili Ocean 4, yang bertolak dari Pantai Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, menuju Padang Bai Bali, terbakar.
Kapal berpenumpang 129 orang dewasa dan dua anak-anak ini berangkat dari Pantai Senggigi pada Jumat (5/6/2015) pukul 13.47 Wita dalam kondisi cuaca baik.
Setelah 20 menit berlayar atau sekitar 10 mil dari bibir Pantai Senggigi, kapal tiba-tiba meledak pada bagian ruang kemudi. Selang beberapa menit kemudian, ledakan kedua disertai asap tebal dan sambaran api keluar dari bagian mesin.
Penumpang yang berada di dalam ruangan panik dan berhamburan menuju pintu keluar menuju anjungan yang berada di atas kapal.
Sempitnya pintu kapal yang dijejali ratusan penumpang mengakibatkan banyak penumpang yang terluka dan patah tulang.
"Seluruh penumpang panik dan berusaha keluar dari dalam kapal," ujar Carin, warga negara Australia yang juga penumpang kapal tersebut. Carin menderita luka ringan.
Sedikitnya 25 orang penumpang (16 laki-laki dan sembilan perempuan) dilarikan ke RSUD Provinsi NTB karena mengalami luka bakar dan patah tulang.
Data sementara yang diperoleh dari rumah sakit pada pukul 20.15 Wita, dari 25 pasien yang dirawat kebanyakan menderita luka bakar dan patah tulang.
Mereka berasal dari Italia (5 orang), Australia (4), Inggris (3), Perancis (2), Jerman (2), tiga WNI, dan masing-masing satu orang berasal dari Amerika Serikat, Irlandia, Kanada, Spanyol, Belanda, dan Selandia Baru.
"Kebanyakan pasien yang dirawat mengalami luka bakar, patah tulang," ungkap Dokter Oksi.
Kapal berpenumpang 129 orang dewasa dan dua anak-anak ini berangkat dari Pantai Senggigi pada Jumat (5/6/2015) pukul 13.47 Wita dalam kondisi cuaca baik.
Setelah 20 menit berlayar atau sekitar 10 mil dari bibir Pantai Senggigi, kapal tiba-tiba meledak pada bagian ruang kemudi. Selang beberapa menit kemudian, ledakan kedua disertai asap tebal dan sambaran api keluar dari bagian mesin.
Penumpang yang berada di dalam ruangan panik dan berhamburan menuju pintu keluar menuju anjungan yang berada di atas kapal.
Sempitnya pintu kapal yang dijejali ratusan penumpang mengakibatkan banyak penumpang yang terluka dan patah tulang.
"Seluruh penumpang panik dan berusaha keluar dari dalam kapal," ujar Carin, warga negara Australia yang juga penumpang kapal tersebut. Carin menderita luka ringan.
Sedikitnya 25 orang penumpang (16 laki-laki dan sembilan perempuan) dilarikan ke RSUD Provinsi NTB karena mengalami luka bakar dan patah tulang.
Data sementara yang diperoleh dari rumah sakit pada pukul 20.15 Wita, dari 25 pasien yang dirawat kebanyakan menderita luka bakar dan patah tulang.
Mereka berasal dari Italia (5 orang), Australia (4), Inggris (3), Perancis (2), Jerman (2), tiga WNI, dan masing-masing satu orang berasal dari Amerika Serikat, Irlandia, Kanada, Spanyol, Belanda, dan Selandia Baru.
"Kebanyakan pasien yang dirawat mengalami luka bakar, patah tulang," ungkap Dokter Oksi.
(zik)