Tergilas Kereta, Tubuh Wanita Ini Terbelah Tiga
Kamis, 04 Juni 2015 - 14:32 WIB
Tergilas Kereta, Tubuh Wanita Ini Terbelah Tiga
A
A
A
BANDUNG - Seorang wanita yang diduga mengalami depresi nekat bunuh diri dengan menabrakan diri ke kereta api barang yang melintas di samping Jalan Sumatera, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.
Salah seorang saksi mata yang juga penjaga pintu perlintasan kereta api, M Syahril, mengatakan, sejak siang sekira pukul 11.30 WIB korban sudah berada di sekitar rel dengan tingkah laku seperti orang kebingungan.
“Korban itu seperti terlihat linglung. Saat ada kereta, oleh warga dan saya sempat diusir biar kepingir,” tuturnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (4/6/2015).
Setelah diusir, korban pun sempat menghindari rel kereta dan menjauh ke perumahan warga.
Namun sekira pukul 12.10 WIB kejadian nahas itu pun terjadi. Saat kejadian korban yang berada di pinggir rel melihat kereta barang dari arah Stasiun Bandung menuju Stasiun Gedebage melintas.
Saat itu pula korban langsung berlari dan langsung mengambil posisi telungkup tepat di tengah-tengah rel.
“Disaat kereta melintas korban itu lari dan telungkup di rel. Dan saat itu juga korban langsung terlindas oleh kereta. Korban diduga bunuh diri karena depresi,” jelasnya.
Akibat kejadian itu tubuh korban pun terpotong menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah kepala dan tangan dengan posisi memanjang ke atas, bagian kedua tubuh hingga paha, dan bagian ketiga mulai dari paha bawah hingga telapak kaki.
Ditempat yang sama, Kanitreskrim Polsekta Sumur Bandung, AKP Doni Irawan, mengungkapkan, dari lokasi kejadian pihaknya menemukan beberapa barang milik korban seperti ponsel, tas, dan tiga buah dompet.
“Untuk identitas tidak kami temukan. Tapi di dalam tas ada secarik kertas warna pink dengan tulisan Lili dan di bawahnya terdapat nomor telepon. Setelah dicek ternyata itu ditulis oleh korban sendiri, dan setelah di telepon pihak keluarga korban ternyata bernama Lili Andriani,” timpalnya.
Disinggung motif korban melakukan hal nekat tersebut, Doni belum bisa memastikannya. Namun pihaknya memastikan aksi tersebut telah direncanakan lantaran sebelumnya korban telah menulis nama dan nomor telepon yang ditemukan di dalam tasnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya telah menghubungi pihak keluarga korban yang beralamatkan di Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung.
Sementara kini tubuh korban telah dievakuasi ke Kamar Mayat RS Hasan Sadikin untuk dilakukan penanganan lanjutan.
Salah seorang saksi mata yang juga penjaga pintu perlintasan kereta api, M Syahril, mengatakan, sejak siang sekira pukul 11.30 WIB korban sudah berada di sekitar rel dengan tingkah laku seperti orang kebingungan.
“Korban itu seperti terlihat linglung. Saat ada kereta, oleh warga dan saya sempat diusir biar kepingir,” tuturnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (4/6/2015).
Setelah diusir, korban pun sempat menghindari rel kereta dan menjauh ke perumahan warga.
Namun sekira pukul 12.10 WIB kejadian nahas itu pun terjadi. Saat kejadian korban yang berada di pinggir rel melihat kereta barang dari arah Stasiun Bandung menuju Stasiun Gedebage melintas.
Saat itu pula korban langsung berlari dan langsung mengambil posisi telungkup tepat di tengah-tengah rel.
“Disaat kereta melintas korban itu lari dan telungkup di rel. Dan saat itu juga korban langsung terlindas oleh kereta. Korban diduga bunuh diri karena depresi,” jelasnya.
Akibat kejadian itu tubuh korban pun terpotong menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah kepala dan tangan dengan posisi memanjang ke atas, bagian kedua tubuh hingga paha, dan bagian ketiga mulai dari paha bawah hingga telapak kaki.
Ditempat yang sama, Kanitreskrim Polsekta Sumur Bandung, AKP Doni Irawan, mengungkapkan, dari lokasi kejadian pihaknya menemukan beberapa barang milik korban seperti ponsel, tas, dan tiga buah dompet.
“Untuk identitas tidak kami temukan. Tapi di dalam tas ada secarik kertas warna pink dengan tulisan Lili dan di bawahnya terdapat nomor telepon. Setelah dicek ternyata itu ditulis oleh korban sendiri, dan setelah di telepon pihak keluarga korban ternyata bernama Lili Andriani,” timpalnya.
Disinggung motif korban melakukan hal nekat tersebut, Doni belum bisa memastikannya. Namun pihaknya memastikan aksi tersebut telah direncanakan lantaran sebelumnya korban telah menulis nama dan nomor telepon yang ditemukan di dalam tasnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya telah menghubungi pihak keluarga korban yang beralamatkan di Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung.
Sementara kini tubuh korban telah dievakuasi ke Kamar Mayat RS Hasan Sadikin untuk dilakukan penanganan lanjutan.
(sms)