Tiga Rusa BKSDA Kabur

Senin, 01 Juni 2015 - 10:20 WIB
Tiga Rusa BKSDA Kabur
Tiga Rusa BKSDA Kabur
A A A
PANGANDARAN - Tiga ekor rusa Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cagar Budaya Pangandaran, kabur dari habitatnya.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab raibnya hewan yang dilindungi itu. Kepala BKSDA Resort Pangandaran Yana Hendrayana me nga takan, dari ketiga rusa yang kabur, baru satu ekor yang ber hasil ditangkap di sekitar Ban dara Nusawiru, Kecamatan Ci julang, oleh tim pemburu hewan dari Dusun Pasuketan Desa/ Kecamatan Cijulang, Kabu paten Pangandaran.

“Penangkapan itu se te lahnya petugas BKSDA mengamati jejak kaki rusa yang menuju arah barat. Dari situ diperkiraan bah wa rusa kabur ke Bandara Nu sawiru. Maka kami langsung meng hubungi tim pemburu hewan Dusun Pasuketan untuk men carinya,” kata Yana. Masih dikatakan Yana, berkat kerjasama tim pemburu hewan, akhirnya satu ekor rusa dite mu kan, yang kemudian dibawa kembali ke BKSDA Pangan daran. Sementara dua ekor lagi masih dalam proses pen carian.

“Untuk menangkap rusa me mang sulit. Karena kami meng inginkan rusa dalam keadaan hidup dan utuh, makanya kami memerlukan bantuan pihak lain,” tambah Yana. Dijelaskan Yana, belum dike tahui alasan ketiga rusa di BKSDA kabur. Namun secara fakta, dengan banyaknya pengun jung yang datang ke kawasan BKSDA yang memberikan ma kanan telah berpengaruh ter hadap perilaku dan psikologi hewan yang ada di BKSDA.

“Mungkin saja hewan yang ada di BKSDA sering diberi makanan oleh pengunjung, maka rusa akan ketagihan. Sehingga me - larikan diri untuk mencari makanan serupa sebagaimana pemberian pengunjung,” jelasnya. Maka dari itu, pihaknya sudah memberikan imbauan melalui tulisan di papan nama, agar peng unjung tidak memberikan ma kanan kepada hewan yang ada di BKSDA.

Sementara itu, salah satu tim pemburu hewan Dusun Pasu ke tan Dadan mengungkapkan, untuk memburu ru sa tersebut telah dikerahkan 20 orang yang sudah biasa berburu. “Diperlukan kehati-hatian dalam memburu rusa karena sangat lincah,” kata Dadan. Dijelaskan Dadan, penangkapan hewan rusa memerlukan ke sabaran dan waktu lama, karena harus diintai sejak pagi.

Tim pemburu disebar menjadi be berapa kelompok sesuai arah mata angin. “Ka mi berusaha semaksimal mungkin agar dalam pe nangkapan tidak mencederai he wan karena akan di kembalikan ke habitatnya di BKSDA Pangan daran,” pungkasnya.

Syamsul ma’arif
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved