Minta Dipekerjakan Lagi, Pria Ini Tutup Lahan Perusahaan
Minggu, 31 Mei 2015 - 12:46 WIB
Minta Dipekerjakan Lagi, Pria Ini Tutup Lahan Perusahaan
A
A
A
BATAM - Rahman Padak (54), warga Angkasa Marina Blok J Nomor 3, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, menutup lahan perusahaan PT Sarana Karya Persada di Jalan Brigjen Katamso, Minggu (31/5/2015). Dia minta dipekerjakan kembali.
Dalam aksinya ini, Rahman nekat mengusir belasan pekerja dan kontraktor pekerjaan lahan yang sedang dibangun itu. Bahkan, dua pintu masuk lahan dia gembok.
"Tadi saya nyuruh pekerja dan kontraktor berhenti kerja sebelum tuntutan saya dipenuhi pemilik lahan ini," kata Rahman di depan lahan.
Menurut Rahman, dia sudah 10 tahun terakhir menjaga lahan ini sebagai sekuriti. Namun, gara-gara masuk penjara, dia diberhentikan.
"Saya siap mati maupun masuk penjara, saya jaga kawasan lahan ini. Siapa yang buka daun kayu ini, siap mati dia, sebelum ada titik terang," ancamnya.
Dia menjelaskan, pemilik lahan ini sudah mengatakan akan mempekerjakannya sampai mati. Makanya dia ngotot minta bekerja kembali karena sudah dijanjikan bekerja sampai mati.
Terpisah, pemilik lahan Rusli mengatakan, belum dapat memastikan apakah akan kembali mempekerjakan Rahman.
"Saya tidak menjanjikan (Rahman) dipekerjakan sampai mati di sini," katanya.
Dalam aksinya ini, Rahman nekat mengusir belasan pekerja dan kontraktor pekerjaan lahan yang sedang dibangun itu. Bahkan, dua pintu masuk lahan dia gembok.
"Tadi saya nyuruh pekerja dan kontraktor berhenti kerja sebelum tuntutan saya dipenuhi pemilik lahan ini," kata Rahman di depan lahan.
Menurut Rahman, dia sudah 10 tahun terakhir menjaga lahan ini sebagai sekuriti. Namun, gara-gara masuk penjara, dia diberhentikan.
"Saya siap mati maupun masuk penjara, saya jaga kawasan lahan ini. Siapa yang buka daun kayu ini, siap mati dia, sebelum ada titik terang," ancamnya.
Dia menjelaskan, pemilik lahan ini sudah mengatakan akan mempekerjakannya sampai mati. Makanya dia ngotot minta bekerja kembali karena sudah dijanjikan bekerja sampai mati.
Terpisah, pemilik lahan Rusli mengatakan, belum dapat memastikan apakah akan kembali mempekerjakan Rahman.
"Saya tidak menjanjikan (Rahman) dipekerjakan sampai mati di sini," katanya.
(zik)