Tunggu Hasil Konkrit

Selasa, 26 Mei 2015 - 10:44 WIB
Tunggu Hasil Konkrit
Tunggu Hasil Konkrit
A A A
PALEMBANG - Pernyataan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) yang meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) segera mencabut pembekuan PSSI, kemarin, disambut gembira manajemen Sriwijaya FC.

Bukan hanya itu, hasil putusan sela sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kemarin, menyatakan PTUN menerima gugatan dari PSSI. Bahwa SK Menpora tentang pembekuan PSSI dinyatakan tidak berlaku dan semua pihak dilarang mengambil keputusan berdasarkan SK tersebut.

Dari momen keajaiban tersebut, manajemen SFC tetap saja menunggu bagaimana hasil konkrit, pascakeluarnya pernyataan dari orang nomor dua di republik ini. Karena semua itu baru sebatas lisan, belum tertulis. Jajaran direksi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) juga sudah berdiskusi menyikapi kejadian kemarin.

“Itukan masih sebatas lisan, walau sudah ada putusan sela sidang PTUN yang menerima gugatan dari PSSI, terkait tidak berlakunya SK Menpora tentang pembekuan PSSI. Jadi kita masih menunggu hasil konkritnya,” ungkap Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, kemarin. Faisal menjelaskan, terhadap kebijakan manajemen kepada pemain dan pelatih, tidak ada masalah. Semua baru akan di revisi setelah hasil dari yang terjadi kemarin, ditindak lanjuti PSSI. “Artinya kami berharap PSSI segera konsolidasi dengan semua elemen. Kami dari klub tetap menunggu hasil tersebut. Agar tidak ada lagi keragu-raguan,” tandasnya.

Sekadar informasi, kemarin pagi Wapres RI menggelar pertemuan dengan Menpora Imam Nahrawi, Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan, mantan Ketum PSSI Agum Gumelar, dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo di Istana Wakil Presiden. “Mudah-mudahan (pencabutan pembekuan) akan dilakukan hari ini,”ujar JK usai pertemuan.

JK mengatakan, pada intinya hasil pertemuan tersebut agar sepak bola kembali berjalan normal. dalam pertemuan tersebut semua pihak, baik Kemenpora maupun PSSI sepakat, kembali mengaktifkan induk organisasi Sepak Bola Indonesia itu dan menjalankan kompetisi. “Kita bahas masalah persepakbolaan nasional, tentu juga di sini dalam pengorganisasiannya adalah PSSI. Tadi (kemarin) disepakati, pertama persepakbolaan nasional harus tetap jalan dengan baik. Tetap kompetisi dengan baik. Tentu karena itulah maka PSSI harus aktif lagi,” lanjutnya.

JK mengungkapkan, setelah pertemuan ini, akan dilanjutkan dengan proses pencabutan pembekuan organisasi induk sepakbola nasional tersebut. Proses pencabutan tersebut ditarget kan selesai hari ini juga. “Sekarang prosesnya beliau (Menpora) melapor kan ke Presiden, tapi Insya Allah sore ini (kemarin) sudah. Tentu setelah proses itu, lapor dulu, baru (dicabut). Proses saya sudah,” tandasnya.

Sidratul muntaha
(ars)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
11 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved