Lokasi Bermasalah, Transmigran Asal Karanganyar Dipulangkan

Senin, 18 Mei 2015 - 13:37 WIB
Lokasi Bermasalah, Transmigran...
Lokasi Bermasalah, Transmigran Asal Karanganyar Dipulangkan
A A A
KARANGANYAR - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Karanganyar Bakal memulangkan sejumlah transmigran dari Kabaupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Pasalnya lokasi yang digunakan oleh Transmigran Karanganyar itu kurang potensial dan sarat konflik.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Karanganyar Agus Heru Bindarto menyebutkan setidaknya ada enam keluarga yang bakal dipulangkan ke Karanganyar.

Menurutnya warga tersebut tidak nyaman menempati lahan yang disediakan oleh pemerintah untuk peserta transmigrasi, karena kurang subur dan berada di tebing-tebing yang sangat rawan longsor.

Tidak hanya itu, yang diberikan untuk para transmigran itu juga masih diperebutkan oleh warga setempat. Sehingga para transmigran asal Karanganyar yang berada di lokasi itu tidak bisa memanfaatkan lahan yang menjadi jatah mereka.

Padahal seharusnya peserta transmigrasi oleh pemerintah diberikan lahan seluas 1,5 hektare secara gratis untuk dimanfaatkan di berbagai bidang.

"Para peserta transmigrasi itu memberikan laporan kepada kami terkait kondisi yang ada di lokasi Transmigrasi di Desa Kedataran, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur Bengkulu," katanya, Senin (18/5/2015) siang.

Dikatakan, dari laporan yang sama, pihak pemerintah setempat tidak bisa membantu para transmigran saat konflik dengan warga lokal berlangsung. Bahkan mereka seolah tidak mengurus adanya keluhan tersebut.

Padahal seharusnya tanah yang bersangkutan sudah tidak perlu dipermasalahakan lagi dengan warga karena itu sudah menjadi jatah untuk peserta transmigrasi.

"Enam keluarga itu sebelumnya berangkat Transmigrasi pada tahun 2013 lalu bersamaan dengan 77 keluarga lain yang ada di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu Staf Seksi Transmigrasi Dinsosnakertrans Kabupaten Karanganyar, Widianto, menyebutkan langkah pertama adalah mengembalikan mereka ke kediaman masing-masing.

Selain itu pihaknya juga akan memberikan laporan kepada Pemerintah Provinsi dan Juga Pemerintah Pusat terkait masalah tersebut.

Setelah itu jika nantinya pihak pemerintah akan memberikan lahan kembali yang lebih potensial dan tidak sarat konflik maka nanti yang bersangkutan bisa diberangkatkan kembali. "Kalau hak mereka terpenuhui serta ada jaminan hidup selama setahun, nanti mereka bisa diberangkatkan kembali," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Wamen Viva Yoga Ajak...
Wamen Viva Yoga Ajak AKSI Bangun Kawasan Transmigrasi
Kementerian Transmigrasi...
Kementerian Transmigrasi Umumkan Program Studi Beasiswa Patriot, Terbuka untuk 1.100 Mahasiswa S2
Kementerian Transmigrasi...
Kementerian Transmigrasi Bakal Perluas Program Pengiriman Tenaga Kerja ke Jepang
Indeks Integritas Kementerian...
Indeks Integritas Kementerian Transmigrasi Capai 79,89 dalam SPI KPK pada 2025
Kementrans Salurkan...
Kementrans Salurkan 1.700 Paket Sembako Presiden ke Warga Kawasan Transmigrasi Barelang
Mentrans Rencanakan...
Mentrans Rencanakan Balai Transmigrasi sebagai Kawasan Eduwisata Transmigrasi
Berita Terkini
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
1 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
3 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
5 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
6 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
6 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved