Penyebab Maraknya Kasus Polisi Bunuh Diri

Minggu, 17 Mei 2015 - 14:32 WIB
Penyebab Maraknya Kasus...
Penyebab Maraknya Kasus Polisi Bunuh Diri
A A A
JAKARTA - Maraknya kasus bunuh diri di kalangan polisi terjadi akibat tidak mampunya anggota kepolisian membedakan antara beban pribadi dengan beban sebagai anggota polisi.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) yang juga anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala mengatakan, seorang polisi itu sejatinya memiliki dua pencitraan yang harus dijalaninya.

Pertama, pencitraan dirinya sebagai seorang penegak hukum. Kedua, pencitraan sebagai dirinya sendiri di dalam kehidupan.

"Sebagai polisi ini, dia pun punya dua pandangan di mata masyarakat. Pertama, pandangan positif yang suka nolongin masyarakat. Kedua, dia juga dipandang negatif oleh masyarakat karena suka nangkap-nangkapin orang dan nilanglah," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Minggu (17/5/2015).

Menurutnya, dengan adanya dua image di mata masyarakat itu, seorang anggota kepolisian sudah memiliki beban yang berat. Apalagi, jika ditambah dengan beban sebagai dirinya sendiri.

"Terkadang, bebannya sebagai polisi dan sebagai dirinya sendiri ini bercampur menjadi satu. Dia pun tidak memiliki solusi atau orang untuk sekadar bercerita. Dia jadi tidak merasa diperhatikan. Sehingga, dia menjadi pusing, menjadi stres karena tekanan-tekanan itu dan berujung untuk memilih jalan pintas, yakni bunuh diri," terangnya.

Maka itu, tambah Adrianus, untuk menjadi seorang polisi itu dibutuhkan mental yang tangguh untuk bisa bertahan dari beban berat yang mesti dipikulnya itu.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota polisi, Brigadir Wahyudi (29) nekat bunuh diri dengan cara menembakkan pistol ke kepalanya. Pemuda yang bertugas di Polres Jakarta Pusat ini melakukan aksi tersebut di rumah sang keasih yakni, Dewi Ayu Puspa Sari (27). (Baca juga: Anggota Polres Jakpus Tembak Kepala Sendiri di Rumah Pacar).
(zik)
Berita Terkait
Bom Bunuh Diri di Somalia...
Bom Bunuh Diri di Somalia Tewaskan 32 Orang
Rumah Lokasi Brigadir...
Rumah Lokasi Brigadir RAT Tewas Dihuni Pengusaha Tambang
Mengenal Kapsul Bunuh...
Mengenal Kapsul Bunuh Diri Sarco: Teknologi Kontroversial yang Menggemparkan Dunia
Ciri Orang Hampir Bunuh...
Ciri Orang Hampir Bunuh Diri, Begini Cara Mencegahnya
Minta Polisi Usut Tuntas...
Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Pastikan Bunuh Diri atau Tidak
Refleksi dari Kasus...
Refleksi dari Kasus Meninggalnya Siswa SD di NTT, Anak Tak Selalu Mampu Ungkap Perasaannya
Berita Terkini
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
10 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
26 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved