8 Siswa SMA Tidak Lulus UN Bakal Mengulang Tahun Depan
Jum'at, 15 Mei 2015 - 20:02 WIB
8 Siswa SMA Tidak Lulus UN Bakal Mengulang Tahun Depan
A
A
A
JAKARTA - Delapan siswa SMA di Jakarta yang dinyatakan tidak lulus ujian nasional ternyata memiliki nilai yang buruk. Untuk bisa mendapatkan ijazah SMA, delapan siswa tersebut diharuskan mengulang ujian sekolah tahun depan.
Data Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, dua siswa SMA dari jurusan IPA dan IPS dan SMK enam orang dinyatakan tidak lulus ujian sekolah.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Fathurin Zen mengungkapkan, adaperbedaan sistem Ujian Nasional tahun 2015 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan RI.
"Jadi untuk siswa SMA yang tidak lulus, mereka seperti tidak naik kelas. Jadi mereka harus mengulang lagi satu tahun di kelas XII dan ikut Ujian Nasional pada tahun depan 2016," ujar Fathurin kepada Sindonews, Jumat (15/5/2015).
Namun, ada pula kategori dimana siswa yang mengikuti Ujian Nasional lulus akan tetapi ada mata pelajaran yang diujikan tidak memenuhi syarat, diberikan hak untuk mengganti nilai mata pelajaran mereka yang tidak memenuhi syarat tersebut.
Ia menyontohkan, anak SMA jurusan IPS yang ada di DKI Jakarta ternyata yang tidak memenuhi syarat misalnya matematika nilainya minimal 5,5 tetapi ada yang mendapatkan nilai 4,8. Mereka tetap lulusan UN dengan kemudahan, boleh mengikuti ujian memperbaiki nilai tersebut atau tidak ikut juga tidak apa-apa.
"Hanya kedua orang yang tadi tidak lulus ujian sekolah dan harus mengulang," tutur Fathurin. Kedua siswa jurusan IPS yang tidak ujian ternyata memiliki latar belakang sosial tidak baik, seperti broken home dan melakukan tindakan tidak terpuji (bullying).
Fathurin menuturkan memang sistem yang ada saat ini atau Ujian Nasional tahun 2015 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena UN tahun ini tidak hanya terpaku pada ujian nasional saja namun juga salah satu komponen yaitu perilaku dan hasil siswa selama tiga tahun mengenyam pendidikan di SMA.
Data Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, dua siswa SMA dari jurusan IPA dan IPS dan SMK enam orang dinyatakan tidak lulus ujian sekolah.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Fathurin Zen mengungkapkan, adaperbedaan sistem Ujian Nasional tahun 2015 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan RI.
"Jadi untuk siswa SMA yang tidak lulus, mereka seperti tidak naik kelas. Jadi mereka harus mengulang lagi satu tahun di kelas XII dan ikut Ujian Nasional pada tahun depan 2016," ujar Fathurin kepada Sindonews, Jumat (15/5/2015).
Namun, ada pula kategori dimana siswa yang mengikuti Ujian Nasional lulus akan tetapi ada mata pelajaran yang diujikan tidak memenuhi syarat, diberikan hak untuk mengganti nilai mata pelajaran mereka yang tidak memenuhi syarat tersebut.
Ia menyontohkan, anak SMA jurusan IPS yang ada di DKI Jakarta ternyata yang tidak memenuhi syarat misalnya matematika nilainya minimal 5,5 tetapi ada yang mendapatkan nilai 4,8. Mereka tetap lulusan UN dengan kemudahan, boleh mengikuti ujian memperbaiki nilai tersebut atau tidak ikut juga tidak apa-apa.
"Hanya kedua orang yang tadi tidak lulus ujian sekolah dan harus mengulang," tutur Fathurin. Kedua siswa jurusan IPS yang tidak ujian ternyata memiliki latar belakang sosial tidak baik, seperti broken home dan melakukan tindakan tidak terpuji (bullying).
Fathurin menuturkan memang sistem yang ada saat ini atau Ujian Nasional tahun 2015 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena UN tahun ini tidak hanya terpaku pada ujian nasional saja namun juga salah satu komponen yaitu perilaku dan hasil siswa selama tiga tahun mengenyam pendidikan di SMA.
(ysw)