Sm Mengaku Tak Sadar Membunuh Teman Sesama Napi
Kamis, 14 Mei 2015 - 11:41 WIB
Sm Mengaku Tak Sadar Membunuh Teman Sesama Napi
A
A
A
DENPASAR - Sm, napi yang menjadi tersangka pembunuhan terhadap napi lainya berinisial Hs, mengamuk di dalam LP Kerobokan, Denpasar karena tersinggung dengan omonggan napi lainnya yang berinisial Gn.
Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib Lapas Kerobokan Denpasar Sarijem menjelaskan, bahwa satu minggu lalu pelaku dituduh oleh Gn teman satu blok I di Lapas sebagai spion atau mata-mata.
Setelah itu pada Rabu 13 Mei 2015, sekitar pukul 15.00 Wita pelaku main gitar di klinik Lapas sembari terus teringat dengan omongan Gn.
Kemudian Sm disuruh tidur oleh kepala blok, namun pelaku masih tetap teringat kata-kata Gn, sehingga pelaku mengambil pisau di kamar sebelah pojok atas pintu.
"Pisau itu sudah ada di sana kurang lebih dari satu bulan yang lalu. Pemiliknya napi lain berinisial Js yang tidak tahu jika pisaunya diambil Sm," kata Sarijem, Kamis (14/05/2015).
Karena merasa jengkel dengan Gn, pelaku kemudian mengamuk di dalam sel, melihat hal tersebut Hm dan An menghalang-halangi pelaku sambil tetap mengingatkan untuk sadar.
Namun pelaku malah menusuk secara membabi buta dan mengenai kedua korban. Pelaku mengaku bahwa tidak sadar menusuk siapa, yang diingatnya hanya Gn.(Baca: Napi Asal Malang Tewas Terbunuh di Lapas Kerobokan)
Usai kejadian, teman-teman korban ramai berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala Lapas. Oleh kepala Lapas kemudian korban tewas Hs dan korban luka berat An dibawa ke Rumah Sakit.
Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib Lapas Kerobokan Denpasar Sarijem menjelaskan, bahwa satu minggu lalu pelaku dituduh oleh Gn teman satu blok I di Lapas sebagai spion atau mata-mata.
Setelah itu pada Rabu 13 Mei 2015, sekitar pukul 15.00 Wita pelaku main gitar di klinik Lapas sembari terus teringat dengan omongan Gn.
Kemudian Sm disuruh tidur oleh kepala blok, namun pelaku masih tetap teringat kata-kata Gn, sehingga pelaku mengambil pisau di kamar sebelah pojok atas pintu.
"Pisau itu sudah ada di sana kurang lebih dari satu bulan yang lalu. Pemiliknya napi lain berinisial Js yang tidak tahu jika pisaunya diambil Sm," kata Sarijem, Kamis (14/05/2015).
Karena merasa jengkel dengan Gn, pelaku kemudian mengamuk di dalam sel, melihat hal tersebut Hm dan An menghalang-halangi pelaku sambil tetap mengingatkan untuk sadar.
Namun pelaku malah menusuk secara membabi buta dan mengenai kedua korban. Pelaku mengaku bahwa tidak sadar menusuk siapa, yang diingatnya hanya Gn.(Baca: Napi Asal Malang Tewas Terbunuh di Lapas Kerobokan)
Usai kejadian, teman-teman korban ramai berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala Lapas. Oleh kepala Lapas kemudian korban tewas Hs dan korban luka berat An dibawa ke Rumah Sakit.
(nag)