Strategi Airin untuk Bertahan di Kursi Tangsel 1
Kamis, 14 Mei 2015 - 11:08 WIB
Strategi Airin untuk Bertahan di Kursi Tangsel 1
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Untuk terus memimpin Kota Tangerang Selatan (Tangsel), nampaknya Airin Rachmi Diany perlu memainkan strategi dalam Pilkada nanti.
Pasalnya, calon incumbent Airin Rachmi Diany sedang mendapati masalah besar soal kepercayaan partai yang akan mengusungnya. Meski partai politik setempat mengakui Airin memang dimasyarakat menengah ke bawah masih tak terkalahkan namanya.
Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ade Yunus, mengungkapkan calon wali kota incumbent Airin Rachmi Diany sedang menghadapi upaya agar lawan politiknya di Kota Tangsel tak bersatu.
"Dia menghindari head to head, karena rawan buat dirinya kalau sampai lawan-lawannya bersatu. Dia berupaya lebih dari satu pasangan lawan," tutur Ade Yunus ketika dihubungi, Kamis (14/5/2015).
Penyebab Airin diboikot partai yang ada di Kota Tangsel, menurut Ade Yunus, karena komunikasi partai yang ingin menjadi wakil dari Airin. Sebab, dia menilai ada keraguan Airin dalam mencari calon wakil wali kota yang akan mendampinginya. Airin khawatir akan dilengserkan kalau salah memilih bakal calon pasangannya di Pilkada ini.
Airin menurut dia, meninginkan yang dapat dipercaya agar kasus yang mendera-nya, meski saat ini hanya sebagai saksi, tak sampai memasungnya dikemudian hari.
"Untuk itu menurut saya, seharusnya Airin terbuka kepada partai dan jangan menutup diri. Jelaskan mengenai duduk persoalannya, apa dan bagaimana soal kasus yang sampai menyeret suami dan anak buahnya itu," terang Ade.
Sedangkan partai politik yang ada di Tangsel prediksi Ade, akan terpecah belah meski tengah menghadapi persoalan yang menurut Ade bisa jadi tak akan kembali terulang di Pilkada berikutnya.
"Lawan paling dikhawatirkan Airin masih putra mahkota di Tangsel. Tetapi lagi-lagi, putra mahkota di Tangsel kan banyak, mereka pun tak kuat, saling rebutan kursi yang saat ini diduduki Airin," tuntasnya.
Pasalnya, calon incumbent Airin Rachmi Diany sedang mendapati masalah besar soal kepercayaan partai yang akan mengusungnya. Meski partai politik setempat mengakui Airin memang dimasyarakat menengah ke bawah masih tak terkalahkan namanya.
Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ade Yunus, mengungkapkan calon wali kota incumbent Airin Rachmi Diany sedang menghadapi upaya agar lawan politiknya di Kota Tangsel tak bersatu.
"Dia menghindari head to head, karena rawan buat dirinya kalau sampai lawan-lawannya bersatu. Dia berupaya lebih dari satu pasangan lawan," tutur Ade Yunus ketika dihubungi, Kamis (14/5/2015).
Penyebab Airin diboikot partai yang ada di Kota Tangsel, menurut Ade Yunus, karena komunikasi partai yang ingin menjadi wakil dari Airin. Sebab, dia menilai ada keraguan Airin dalam mencari calon wakil wali kota yang akan mendampinginya. Airin khawatir akan dilengserkan kalau salah memilih bakal calon pasangannya di Pilkada ini.
Airin menurut dia, meninginkan yang dapat dipercaya agar kasus yang mendera-nya, meski saat ini hanya sebagai saksi, tak sampai memasungnya dikemudian hari.
"Untuk itu menurut saya, seharusnya Airin terbuka kepada partai dan jangan menutup diri. Jelaskan mengenai duduk persoalannya, apa dan bagaimana soal kasus yang sampai menyeret suami dan anak buahnya itu," terang Ade.
Sedangkan partai politik yang ada di Tangsel prediksi Ade, akan terpecah belah meski tengah menghadapi persoalan yang menurut Ade bisa jadi tak akan kembali terulang di Pilkada berikutnya.
"Lawan paling dikhawatirkan Airin masih putra mahkota di Tangsel. Tetapi lagi-lagi, putra mahkota di Tangsel kan banyak, mereka pun tak kuat, saling rebutan kursi yang saat ini diduduki Airin," tuntasnya.
(ysw)